Hoaks dan Informasi Sesat Menyerang Pikiran, Ini Cara Melawannya

Ilustrasi - Antara
11 September 2019 19:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Perkembangan teknologi komunikasi memunculkan masalah baru yakni beredarnya berita bohong atau hoaks. Peredaran hoaks dan informasi menyesatkan diyakini sebagai upaya untuk menyerang pikiran. Oleh karena itu, cara melawannya pun harus dengan cara yang mirip.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian menegaskan hoaks dan informasi menyesatkan sebenarnya menyerang pikiran sehingga harus dilawan juga dengan pikiran.

"Yang penting adalah masyarakat kita. Yang diserang itu kan pikiran, dengan hoaks-hoaks segala macam," kata Hinsa, usai pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama di lingkungan BSSN, di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Untuk itulah, kata Hinsa, melawan hoaks juga harus dengan pikiran dan akal sehat yang selama ini sudah dibekali dengan pengetahuan, ditambah tata krama, sopan santun, dan sebagainya.

Dengan bekal itu, ia mengatakan masyarakat tidak akan langsung percaya begitu saja ketika mendapatkan informasi sehingga tidak mudah dibohongi berita-berita hoaks.

"Hoaks, sebenarnya itu sangat kembali kepada masyarakat kita supaya lebih cerdas, dalam hal menanggapi sesuatu informasi yang belum tentu kebenarannya," kata Hinsa.

Hinsa melihat masyarakat Indonesia ke depan sudah semakin cerdas menanggapi isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, yang menyebar melalui media sosial.

"Karena memang ini di medsos, ya, kelihatan banyak [hoaks], ya," kata Hinsa.

Hinsa yakin sekian ratus juta penduduk Indonesia semakin lama akan semakin cerdas, jeli, dan bisa menyaring informasi-informasi hoaks.

"Jangan terlalu cepat percaya dengan sebuah informasi yang belum tentu kebenarannya, kan di situ sebenarnya. Kembali ke cara berpikir kita semua," ujar Hinsa.

Sumber : Antara