Sungai Bengawan Solo Diduga Mengandung Alkohol, Pasokan Air PDAM Dihentikan

Petugas Intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi di Desa Kadokan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, mengamati air Sungai Bengawan Solo yang pekat dan berbau alkohol, Kamis (5/9 - 2019). (Solopos / Mariyana Ricky P.D.)
06 September 2019 22:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SOLO- Alkohol diduga mencemari Sungai Bengawan Solo dan menyebabkan pasokan air ke pelanggan PDAM dihentikan.

Perumda Air Minum (PDAM) Toya Wening Solo sempat menghentikan operasional instalasi pengolahan air (IPA) Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (5/9/2019).

Penghentian ini terpaksa dilakukan lantaran air baku dari Bengawan Solo diketahui berbau alkohol.

Kondisi ini membuat air baku tersebut tidak bisa diolah karena mengandung limbah. Direktur Teknik PDAM Toya Wenng, Tri Atmojo Sukomulyo, membenarkan kejadian tersebut. Awalnya, pihaknya mendapatkan laporan bahwa air baku dari Bengawan Solo berbau alkohol.

"Setelah kami lakukan pengecekan benar, air yang biasa diolah itu berbau alkohol. Lalu kami menghentikan operasional IPA Semanggi dulu," katanya kepada Suara.com-jaringan Harianjogja.com, Jumat (6/9/2019).

Pihaknya pun langsung menelusuri asal dari bau alkohol tersebut. Aliran air yang mengandung bau alkohol berasal dari Sungai Samin.

"Ada yang berasal dari barat juga, Sukoharjo. Kami langsung berkoordinasi dengan wilayah lain untuk melakukan pengecekan kondisi air sungai," tambahnya.

Selama dihentikannya operasional IPA, Tri mengatakan, pasokan kebutuhan air bersih untuk para pelanggan menggunakan air yang ada di recervoar atau penampungan.

"Kami sebenarnya sudah menyiapkan mobil tangki untuk melakukan droping air kepada para pelanggan. Tetapi, sebelum itu kami menggunakan air dari recervoar. Air dari recervoar itu mampu digunakan untuk 5-6 jam," katanya.

Setelah berkoordinasi, kata Tri, bau alkohol dari air baku Bengawan Solo sudah berkurang. Dengan begitu, IPA bisa kembali dioperasionalkan.

"Sebelum kami memasok air bersih, IPA sudah bisa kembali beroperasi. Jadi untuk gangguan tidak sampai droping air bersih," katanya.

Menurut Tri, kondisi kemarau seperti ini memang air baku di Bengawan Solo juga berkurang. Terlebih, saat bulan September biasanya dilakukan pemeliharaan Dam Colo.

"Biasanya kalau September ini ada pemeliharaan Dam Colo, air yang sebelumnya dialirkan ke Solo juga dikurangi dan dialirkan ke lokasi barat dan timur," katanya.

Sumber : Suara.com