Mediasi Warung Babi di Sukoharjo Buntu, Warga Ajukan Syarat
Mediasi warung mi babi di Sukoharjo berakhir tanpa kesepakatan, warga ajukan syarat menu halal, pemilik minta waktu pertimbangan.
Petugas Intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi di Desa Kadokan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, mengamati air Sungai Bengawan Solo yang pekat dan berbau alkohol, Kamis (5/9/2019). (Solopos/Mariyana Ricky P.D.)
Harianjogja.com, SUKOHARJO -- Perumda Air Minum Toya Wening (PDAM) Solo mengambil sampel air Kali Samin yang diduga tercemar limbah alkohol. Akibat cemaran tersebut, operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi yang baru beroperasi mulai Desember 2018 lalu disetop.
Air baku yang diolah IPA Semanggi, Solo, berwarna keruh dan berbau alkohol pada Kamis (5/9/2019) pagi. Pengolahan air di IPA Semanggi Solo terpaksa dihentikan lantaran air baku tak layak diolah dan dialirkan kepada pelanggan.
Tim dari Perumda Air Minum Toya Wening (PDAM) Solo langsung turun lapangan untuk mengambil sampel air di Kali Samin, Sukoharjo. Tim itu dipimpin Kepala Bagian (Kabag) PDAM Solo, Giyoto.
Mereka mengambil sampel air yang dimasukkan ke dalam belasan botol bekas air mineral. “Sampel air di Kali Samin bakal diuji laboratorium untuk mengetahui apakah ada kandungan alkohol atau tidak,” kata Giyoto saat ditemui wartawan, Kamis.
Menurut Giyoto, hasil uji laboratorium sampel air bakal dikaji secara mendalam. Hal ini untuk menentukan kelanjutan pengolahan air di IPA Semanggi.
Selama ini, air baku yang diolah di IPA tersebut berasal dari Sungai Bengawan Solo. Namun, air Sungai Bengawan Solo kerap tercemar limbah alkohol yang diproduksi pengrajin etanol di Desa Bekonang, Mojolaban, dan Ngombakan, Polokarto.
Hasil uji laboratorium juga akan diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo dan DLH Karanganyar. “Segera dikirim ke DLH Sukoharjo dan DLH Karanganyar. Kami juga akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo [BBWSBS] ihwal persoalan pencemaran air baku,” ujar dia.
IPA Semanggi beroperasi pada Desember 2018. Air baku berasal dari Kali Samin dan Sungai Bengawan Solo di wilayah Sukoharjo.
“Jumlah pelanggan air yang dipasok IPA Semanggi sekitar 6.000 pelanggan. Sebagian besar di wilayah Kecamatan Pasar Kliwon,” ujar dia.
Direktur Utama (Dirut) PDAM Sukoharjo, Muhammad Mahfud Faozi, mengatakan IPA Semanggi, Solo, memasok sebagian besar pelanggan air bersih di wilayah Solo bagian selatan. Faozi belum mengetahui secara jelas ihwal air baku yang tercemar alkohol yang diduga dari sentra pengrajin industri etanol.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Agustinus Setiyono, menyampaikan bakal menerjunkan tim khusus untuk mengecek kondisi air Kali Samin. Para pengrajin etanol di wilayah Mojolaban dan Polokarto bakal dikumpulkan dan diberi pembinaan agar tak membuang limbah secara sembarangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Mediasi warung mi babi di Sukoharjo berakhir tanpa kesepakatan, warga ajukan syarat menu halal, pemilik minta waktu pertimbangan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 5 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 5 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Skandal kecurangan ujian PNS Thailand menyeret 5.814 pegawai negeri yang terancam diskors. Tiga tersangka telah ditangkap dalam kasus dugaan suap dan manipulasi
Harga BBM diesel naik? Simak 6 tips merawat mesin diesel agar tetap irit, bertenaga, dan terhindar dari kerusakan yang bisa meningkatkan biaya operasional.
New York dinobatkan sebagai kota pariwisata paling menarik di dunia 2026 versi Yanolja Research. Bangkok menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara di 10 besar.