Laga Persija vs Persib, Polisi Siapkan 17.800 Personel Pengamanan
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
Benny Wenda/The Guardian
Harianjogja.com, JAKARTA- Nama Ketua United Liberation Movement For West Papua (ULMWP) Benny Wenda belakangan diklaim pemerintah sebagai dalang kerusuhan di Papua.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto membenarkan pernyataan Kepala Staf Presiden Moeldoko soal Benny Wenda merupakan aktor kerusuhan di Papua.
Wiranto mengatakan Benny memang dikenal sebagai provokator lantaran kerap menyuarakan ke dunia internasional tentang Papua.
Dalam setiap pernyataannya ke negara-negara luar, kata Wiranto, Benny selalu menjelekan nama Indonesia yang ia sebut telah menelantarkan Papua. Padahal, diakui Wiranto, pemerintah serius dalam melakukan pembangunan di Papua. Hal itu juga sekaligus membantah pernyataan propokatif Benny Wenda.
"Kalau Benny Wenda kan sejak dulu aktivitasnya sangat tinggi, dia ke sana ke mari, ke luar negeri, keluar masuk, memberikan informasi palsu. Dan kami sudah tahu memang mereka selalu melakukan provokasi keluar negeri seakan-akan Indonesia enggak ngurus Papua dan Papua Barat," kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (2/9/2019).
"Seakan-akan kita menelantarkan di sana (Papua), seakan-akan banyak pelanggaran HAM setiap hari, penyiksaan, pembunuhan, tetapi semua itu kan tidak benar. Dan itu hanya dapat dilawan dengan satu informasi yang aktual, yang rasional," sambungnya.
Wiranto mengatakan Benny memang menjadi bagian konspirasi dari kerusuhan yang terjadi di Papua. Kendati begitu, Wiranto mengajak melawan Benny dengan cara menyebarkan informasi yang benar dan nyata sesuai apa yang trlag dilakukan pemerintah terhadap Papua.
"Saya kira benar bahwa Benny Wenda memang bagian dari konspirasi untuk masalah ini. Tetapi kita harus lawan dengan kebenaran, kita lawan dengan fakta dan biasanya provokasi yang tidak benar, informasi yang menyesatkan dapat dibantah dengan fakta-fakta yang ada," kata Benny.
Sebelumnya, Kepala Staf Presiden Moeldoko menyebut Tokoh Kemerdekaan Papua sekaligus Ketua United Liberation Movement For West Papua (ULMWP) Benny Wenda adalah aktor di balik kerusuhan Papua.
Moeldoko menuturkan selama ini Benny Wenda memobilisasi diplomatik kepada sejumlah negara untuk membantu kemerdekaan Papua.
"Ya jelas toh. Jelas Benny Wenda itu (aktor kerusuhan) Dia mobilisasi diplomatik untuk mendukung Papua Merdeka, mobilisasi informasi yang missed, yang enggak benar. Itu yang dia lakukan di Australia lah di Inggris lah," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, hari ini.
Karenanya, kata Moeldoko, pemerintah akan berupaya melakukan pendekatan politik, bukan dengan pendekatan militer. Pasalnya kata Moeldoko langkah yang dilakukan Benny Wenda itu merupakan gerakan politik.
"Ini persoalan politik harus diatasi dengan pendekatan politik, nggak bisa dengan pendekatan militer. Ini juga lebih politik karena dia bergerak di front politik," ucap dia.
Tak hanya itu, Moeldoko mengatakan saat ini Benny Wenda tinggal di Inggris dan menjadi pimpinan Kemerdekaan Papua.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
Jumlah BPR di DIY turun menjadi 52 hingga Triwulan II 2026. OJK menyebut konsolidasi masih berlanjut hingga akhir tahun.
Telkom Akses meraih tiga penghargaan TOP GRC Awards 2026, termasuk Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026.
Komnas HAM mengecam penembakan tiga ASN Jayawijaya dan mendesak Polda Papua mengusut pelaku secara transparan dan akuntabel.
Hakim kembali menolak praperadilan eks Waka BGN Lodewyk Pusung. Status tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG tetap sah.
Basarnas mengerahkan Kopaska, BSG, dan KRI Canopus untuk mencari 129 korban Kapal Virgo Transport 8 yang belum ditemukan.