Survei Calon Menteri Versi Warganet: Ada Najwa Shihab hingga Mahfud MD

ILustrasi jabatan - JIBI
27 Agustus 2019 03:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Siapa menteri yang akan mengisi kabinet pemerintahan pimpinan Presiden Joko Widodo jilid dua sangat ditunggu-tunggu publik.

Sejumlah nama kandidat calon menteri Kabinet Kerja jilid II terus bermunculan pasca-penetapan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebagai pasangan presiden dan wakil presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) usai gelaran Pilpres 2019 lalu.

Jokowi-Ma'ruf Amin masih memiliki waktu sekitar dua bulan untuk merancang kabinetnya sebelum dilantik pada Oktober 2019 mendatang. Beberapa partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) telah mengajukan jatah kursi untuk menempatkan para kadernya sebagai menteri ke Jokowi.

Menariknya, usulan agar Jokowi memilih menteri dari golongan muda terus disuarakan. Untuk meramaikan pemilihan calon menteri Kabinet Kerja jilid II, situs kabinetindonesiakerjajilid2.com membuat survei pemilihan kandidat anggota kabinet presiden dan wakil presiden terpilih.

"Sebanyak 46 posisi anggota kabinet dijaring dalam pemilihan tersebut. Tercatat, jumlah voter yang masuk ke dalam situs tersebut yang mencapai ratusan ribu," ucap penyelenggara survei, Candra Arie, Senin (26/8/2019)

Tercatat, sebanyak 50.000 pengunjung di antaranya telah menjatuhkan pilihan. Menurut hasil vote sementara, sederet wajah baru seperti Erick Tohir, Mahfud MD, dan Najwa Shihab berhasil meraih vote tertinggi untuk menjadi kandidat menteri Kabinet Kerja jilid II.

"Tak sedikit juga nama-nama menteri dari kabinet lama seperti Sri Mulyani, Rudiantara, Susi Pudjiastuti hingga Hanif Dhakiri masih menjadi favorit untuk kembali terpilih menjadi menteri untuk pos kementerian sama ataupun baru versi para pemilih," tuturnya.

Beberapa nama calon menteri milenial seperti, Emil Dardak, Angela Tanoesoedibjo dan Prananda Paloh juga masuk dalam pilihan para pemilih.

"Polling kandidat menteri bagi kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin ini merupakan bentuk partisipasi rakyat dalam membentuk pemerintahan baru yang lebih baik," ujar Candra.

Sumber : Okezone.com