Advertisement
Djarot: Masalah di Jakarta Berkurang kalau Ibu Kota Pindah Kaltim
Djarot Saiful Hidayat (kanan) diumumkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai Calon Gubernur yang diusung untuk Pilkada 2018 Sumatra Utara di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (4/1/2018). (JIBI/Binis - Felix Jody Kinarwan)
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim) akan dapat mengurangi masalah yang ada di Jakarta.
"Iya masalahnya berkurang semua malah, seperti kemacetan, polusi, banjir berkurang iya dong. Betul nggak? Kemudian pemukirman kumuh berkurang, sampah berkurang kan gitu ya, karena otomatis lebih longgar kan," kata politisi PDIP Djarot Saiful Hidayat di Jakarta, Senin (26/8/2019).
Advertisement
Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan Ibu Kota bukan di Jakarta akan menjadi semakin baik agar pusat pertumbuhan, pusat ekonomi, bisnis, pendidikan, wisata dan industri tidak terfokus di Jakarta atau secara umum di Pulau Jawa.
"Jakarta ini kan pusat segalanya semuanya ada di sini campur aduk. Sehingga daya tampung, daya dukungnya kalau sampai seperti ini ya berat siapa pun gubernurnya," ucap dia.
BACA JUGA
Dengan adanya rencana pemindahan ibukota ke Kalimantan Timur [Kaltim], kata Djarot, akan membuat pemerataan pembangunan di Indonesia, khususnya di Kalimantan. Sementara di sisi lain, Jakarta sebagai pusat ekonomi dan bisnis akan terus berlanjut.
"Tapi jangan disamakan dengan Putrajaya [Ibu Kota negara Malaysia]. Ingat ya bahwa indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia sehingga pembangunan antar pulau haruslah merata. Selama ini kan bebannya di Jawa saja dan menampung lebih dari 60 persen penduduk," ucap dia.
Lebih lanjut, Djarot mengusulkan pusat pemerintahan yang baru tersebut adalah daerah otonomi khusus dengan sistem kepala pemerintahan daerahnya ditunjuk oleh pemerintah pusat.
"Sehingga di situ tidak perlu mengadakan Pilkada jadi lebih aman. Jadi daerah khusus betul tidak ada pilkada, tidak ada DPRD juga pastinya ya," tutur Djarot.
Pemerintah Indonesia sudah memutuskan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kertanegara, di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai kawasan untuk ibukota baru pemerintahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Skandal Haji Eks Menag Yaqut: Kode T0, Bayar Rp84 Juta Bisa Berangkat
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
- Hashim Djojohadikusumo Akan Pimpin Satgas Pembiayaan Taman Nasional
- Kapal Thailand Diserang di Selat Hormuz hingga Terbakar
- Friderica Widyasari Sari Terpilih Ketua OJK 2026-2031
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KSPN Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Ndrini 12 Maret
- Cuaca DIY, Kamis 12 Maret 2026: Hujan Ringan
- Listrik Padam Hari Ini: Kota Jogja, Wonosari, Sleman dan Wates
- Jadwal Bus Sinar Jaya Rute Jogja-Parangtritis dan Baron, 12 Maret
- Arsenal Imbang Lawan Leverkusen, Arteta Kritik Finishing
- Gunungkidul Siaga Cuaca Ekstrem Saat Libur Lebaran
- Jadwal SIM Keliling di Bantul, Kamis 12 Maret 2026
Advertisement
Advertisement









