Gubernur Kaltim Sebut Belum Ada Informasi dari Jokowi Soal Ibu Kota Baru

Presiden Jokowi (kedua kiri), didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan), dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung (ketiga kanan), mendengarkan penjelasan Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kedua kanan) saat mengunjungi Bukit Soeharto, di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (7/5/2019). - Setkab/Anggun
24 Agustus 2019 16:47 WIB Anitana Widya Puspa News Share :

Harianjogja.com, BALIKPAPAN — Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengaku belum mendapatkan informasi langsung dari Presiden Joko Widodo terkait lokasi ibu kota baru di provinsi itu.

Pemilihan Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai ibu kota baru memang sempat terlontar dari mulut Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil pada Kamis (22/8/2019). Namun, hal itu langsung diklarifikasi oleh Presiden Jokowi, yang menegaskan bahwa pemerintah belum menentukan lokasi yang akan menjadi ibu kota baru karena masih ada kajian yang belum lengkap.

Isran pun mengungkapkan dirinya irit bicara terkait persoalan ini. Pasalnya, dengan belum jelasnya lokasi tersebut, segala hal bisa saja terjadi.

“Belum ada kalau itu [telepon apapun dari Pak Presiden]. Prinsipnya, saya ini sami’na wa atho’na (kami mendengarkan dan taat). Kita tunggu saja keputusannya dari Pak Presiden ibu kota negara mau dipindahkan ke mana,” ujarnya, Sabtu (24/8/2019).

Mantan Bupati Kutai Timur tersebut mengungkapkan memang masih terdapat ada dua kajian lagi yang akan dirampungkan sebelum lokasi ibu kota negara diumumkan.

“Sekarang, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sedang menyelesaikan dua kajian akhir. Apa itu? Saya juga belum tahu. Mungkin kajian yang terkait dengan persoalan persiapan sebagai ibu kota negara. Rencana pemindahan bukan sesuatu yang baru. Sudah lama. Artinya, tidak ujuk-ujuk atau dadakan. Kita tinggal tunggu keputusan Pak Presiden saja,” tegasnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia