Warga Solo Diimbau Tak Terprovokasi Vandalisme terkait Papua

Petugas Satpol PP Solo mengecek tembok rumah warga di Jl. Sutomo Kalitan, Penumping, Laweyan, Solo, yang menjadi sasaran vandalisme bertuliskan Papua Merdeka, Free West Papua, Kamis (22/8 - 2019) siang. (Solopos/Kurniawan)
24 Agustus 2019 16:27 WIB Ichsan Kholif Rahman News Share :

Harianjogja.com, SOLO —Jajaran Polresta Solo berupaya mengungkap motif pelaku vandalisme di tiga lokasi di Kota Solo terkait pembebasan Papua Barat. Kapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, meminta masyarakat Kota Solo agar tidak terprovokasi.

Kapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, saat ditemui JIBI/Solopos di Mapolresta Solo, Jumat (23/8/2019) mengatakan jajaran kepolisian sudah berkomunikasi dengan warga Papua yang ada di Kota Solo.

Menurutnya, terdapat tiga lokasi vandalisme yakni di sekitar Warung Pelem, Kalitan, dan Jl. R.M Said. Terkait dengan simbol-simbol maupun ciri-ciri coretan, polisi masih menyelidiki pengungkapan pelaku vandalisme itu.

“Warga Papua yang berada di Kota Solo justru merasa tidak nyaman dengan vandalisme yang ditemukan Kamis (22/8/2019) lalu. Warga Papua mengatakan tidak melakukan aksi vandalisme itu. Maka masyarakat harus bijak menyikapi vandalisme itu. Warga Papua yang berada di Solo untuk belajar dan bekerja,” ujarnya. 

Sumber : JIBI/Solopos