Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Ilustrasi penelitian./JIBI
Harianjogja.com, PALANGKA RAYA- Temuan sejumlah siswa Kalimantan Tengah terkait obat kanker diapresiasi pemerintah dengan aksi nyata.
Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran dalam waktu dekat ini segera mematenkan temuan tiga siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Palangka Raya bernama Yazid, Anggina Rafitri dan Aysa Aurealya Maharani, tentang obat kanker.
"Obat kanker yang ditemukan tiga pelajar dari SMA-2 Palangka Raya itu segera di patenkan, bahwasanya obat dari tumbuhan yang mereka olah dari batang pohon tersebut takutnya kalau tidak dipatenkan diambil oleh negara lain," kata Sugianto Sabran usai bertemu tiga siswa tersebut di Palangka Raya, Selasa (13/8/2019).
Sugianto mengatakan, obat kanker dari keaneka ragaman hayati di provinsi setempat itu juga sudah terbukti bisa menyembuhkan seseorang warga yang menderita penyakit kanker.
Setelah mengkonsumsi obat penyembuh kanker itu, yang bersangkutan sembuh. Maka dari itu ia juga memperintahkan Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, untuk segera melakukan penelitian mengenai hal tersebut, agar temuan itu juga segera dipatenkan.
"Mereka ini juga sudah pernah memenangkan kejuaraan dunia di Korea tentang hal ini. Maka dari itu mereka harus benar-benar diperhatikan, karena apa yang didapatkan mereka itu sangat langka di dunia ini dan bahan obat tersebut hanya ada di Kalteng," ucapnya.
Apabila hasil riset penelitian tentang obat tersebut benar bisa menyembuhkan penyakit kanker, sambung orang nomor satu di lingkup Pemprov Kalteng itu, ia akan berniat untuk membangun sebuah rumah sakit khusus menangani pasien penderita kanker.
Hanya saja penemuan tersebut harus diteliti dengan benar, apabila temuan tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya itu benar, maka pihaknya akan menjaga tumbuh-tumbuhan tersebut.
"Kalau rumah sakit khusus pasien kanker dibuat di Palangka Raya, masyarakat dari luar daerah akan berobat ke sini dan pemasukan daerah tentunya juga akan meningkat. Apalagi obat penyembuh kanker itu hanya ada di daerah kita saja dan belum diketahui siapapun cara pembuatannya selain tiga siswa SMAN-2 tersebut," ungkapnya.
Tidak hanya itu, Gubernur Kalteng itu juga memberikan reward kepada mereka bertiga. Bahkan para penemu obat kanker tersebut jangan sampai keluar daerah tidak izin dengan pemerintah daerah.
Hal itu dilakukan agar ilmu yang mereka miliki itu tidak di ambil oleh daerah lain serta negara-negara besar yang sudah mengetahui manfaat obat herbal yang mereka ramu itu yang sehari-hari disebuat masyarakat dayak yakni akar bajakah.
"Mereka ini harus dijaga dengan baik, kalau pun mereka keluar daerah saya maunya mereka izin dengan pemprov hal ini agar temuan mereka itu tetap dirahasiakan dan jangan dibeberkan ke orang lain," demikian Sugianto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
KDMP Sendangmulyo Sleman belum diserahterimakan, tetapi ditemukan kerusakan pada drainase dan talang dalam evaluasi fisik.
BGN siap menjadi offtaker hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhan ikan sebagai sumber protein dalam menu Makan Bergizi Gratis.
Prabowo melantik Letjen TNI Muhammad Saleh Mustofa sebagai Wamentan dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara.
Batas belanja pegawai 30 persen ditunda. Kulonprogo masih mencatat belanja pegawai sekitar 36 persen dari total APBD.
Kebakaran supermarket di Berbah membuat Jalan Jogja-Solo arah Solo-Jogja ditutup dan kendaraan dialihkan melalui Simpang Prambanan-Piyungan.