NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Ilustrasi penelitian./JIBI
Harianjogja.com, PALANGKA RAYA- Temuan sejumlah siswa Kalimantan Tengah terkait obat kanker diapresiasi pemerintah dengan aksi nyata.
Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran dalam waktu dekat ini segera mematenkan temuan tiga siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Palangka Raya bernama Yazid, Anggina Rafitri dan Aysa Aurealya Maharani, tentang obat kanker.
"Obat kanker yang ditemukan tiga pelajar dari SMA-2 Palangka Raya itu segera di patenkan, bahwasanya obat dari tumbuhan yang mereka olah dari batang pohon tersebut takutnya kalau tidak dipatenkan diambil oleh negara lain," kata Sugianto Sabran usai bertemu tiga siswa tersebut di Palangka Raya, Selasa (13/8/2019).
Sugianto mengatakan, obat kanker dari keaneka ragaman hayati di provinsi setempat itu juga sudah terbukti bisa menyembuhkan seseorang warga yang menderita penyakit kanker.
Setelah mengkonsumsi obat penyembuh kanker itu, yang bersangkutan sembuh. Maka dari itu ia juga memperintahkan Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, untuk segera melakukan penelitian mengenai hal tersebut, agar temuan itu juga segera dipatenkan.
"Mereka ini juga sudah pernah memenangkan kejuaraan dunia di Korea tentang hal ini. Maka dari itu mereka harus benar-benar diperhatikan, karena apa yang didapatkan mereka itu sangat langka di dunia ini dan bahan obat tersebut hanya ada di Kalteng," ucapnya.
Apabila hasil riset penelitian tentang obat tersebut benar bisa menyembuhkan penyakit kanker, sambung orang nomor satu di lingkup Pemprov Kalteng itu, ia akan berniat untuk membangun sebuah rumah sakit khusus menangani pasien penderita kanker.
Hanya saja penemuan tersebut harus diteliti dengan benar, apabila temuan tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya itu benar, maka pihaknya akan menjaga tumbuh-tumbuhan tersebut.
"Kalau rumah sakit khusus pasien kanker dibuat di Palangka Raya, masyarakat dari luar daerah akan berobat ke sini dan pemasukan daerah tentunya juga akan meningkat. Apalagi obat penyembuh kanker itu hanya ada di daerah kita saja dan belum diketahui siapapun cara pembuatannya selain tiga siswa SMAN-2 tersebut," ungkapnya.
Tidak hanya itu, Gubernur Kalteng itu juga memberikan reward kepada mereka bertiga. Bahkan para penemu obat kanker tersebut jangan sampai keluar daerah tidak izin dengan pemerintah daerah.
Hal itu dilakukan agar ilmu yang mereka miliki itu tidak di ambil oleh daerah lain serta negara-negara besar yang sudah mengetahui manfaat obat herbal yang mereka ramu itu yang sehari-hari disebuat masyarakat dayak yakni akar bajakah.
"Mereka ini harus dijaga dengan baik, kalau pun mereka keluar daerah saya maunya mereka izin dengan pemprov hal ini agar temuan mereka itu tetap dirahasiakan dan jangan dibeberkan ke orang lain," demikian Sugianto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Sebanyak 31.649 penerima bansos DIY terindikasi judi online per 16 Juli 2026. Dinsos membuka mekanisme sanggah bagi KPM.
MotoGP 2027 memakai mesin 850 cc dan diperkirakan kehilangan sekitar 50 HP. Aprilia menilai tenaga mesin justru akan semakin penting.
Thailand pangkas masa tinggal bebas visa jadi 30 hari mulai 15 September 2026. WNI tetap bebas visa, aturan masuk darat lebih fleksibel. Simak selengkapnya!
Pasar Prawirotaman Pertahankan SNI, Disdag Dorong Pasar Rakyat Adaptif Hadapi Digitalisasi
Google dikabarkan akan memindahkan seluruh produksi Pixel, smartwatch dan earbud dari China mulai 2027. India dan Vietnam menjadi basis baru.