Pindahan Pedagang Pasar Muntilan ke Gedung Baru Diharapkan Selesai 1 September

Sosialisasi penempatan pedagang Pasar Muntilan, Selasa (13/8/2019). - Ist/Dok
13 Agustus 2019 17:37 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG -  Proses pindahan pedagang Pasar Muntilan dari lokasi pasar sementara ke pasar yang baru selesai bangun, akan dilakukan secara tertib dan bertahap.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Magelang, Asfuri Muhsis mengatakan proses tersebut dimulai Selasa (13/8/2019) dengan penataan kelengkapan sarana prasarana penempatan.

Setelah itu tahap pertama, dimulai dari pemakai kios yang jumlahnya 268. Kemudian 1.509 pemilik los dan diharapkan selesai 25 Agustus. Disusul 1.202 pedagang lesehan (selesai 31 Agustus).

"Dengan demikian 1 September 2019 seluruh pedagang bisa berjualan di Pasar Muntilan yang baru," jelas Asfuri, Selasa (13/8/2019), usai sosialisasi penempatan pedagang Pasar Muntilan.

Penentuan harga kios dan los di Pasar Muntilan yang baru, katanya, harus melibatkan pihak appraisal, yakni penaksir harga dari penyedia jasa khusus, yang tidak bisa diintervensi siapapun. Karenanya, proses tersebut akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Ia meminta warga maupun pedagang jangan hanya melihat secara fisik pembangunan gedungnya sudah jadi. "Prose penempatan hendaknya pas dengan situasi. Kebetulan pembangunan pasar selesai bertepatan dengan pemilu, bulan puasa, Idul Fitri, liburan sekolah," tuturnya.

Apalagi masa pemeliharaan gedung Pasar Muntilan selesai akhir Juli 2019. Selanjutnya diadakan pemeriksaan bangunan oleh Inspektorat. Setelah dinyatakan tak ada masalah, diadakan penyerahan kepada pengguna yakni Disdagkop dan UKM, untuk menata pedagang sekaligus menempati pasar.

Mengenai harga tebusan kios/los bagi pedagang yang telah mempunyai ijin/SKHPTD, dijelaskan. Meski tak disebutkan angkanya, tetapi dia menjamin harganya relatif jauh lebih rendah dibanding dengan harga pada umumnya. "Dipastikan harganya terjangkau pedagang," tegasnya.

Sosialisasi penempatan pedagang itu dilanjutkan dengan Mujahadah yang dipimpin KH Ali Qoeshor Ahmad (Gus Ali), pimpinan Pondok pesantren Watucongol Muntilan.

Gus Ali meminta Pasar Muntilan yang sudah dibangun oleh pemerintah ini bisa dirawat dengan baik dan dimanfaatkan pedagang dan masyarakat, untuk mencari rejeki yang berkah.

Mengenai posisi kios, los dan tempat dagang serta harga, diharapkan mengikuti aturan yang ada. Jika masih ada yang kurang sesuai, hendaknya dimusyawarahkan dengan paguyuban.

“Sampaikan aspirasi dengan benar. Jangan mudah terpengaruh informasi/ajakan yang kadang kurang baik, yang justru bisa merugikan pedagang itu sendiri,” pesannya.