Didukung Google, Guru Dilatih Kembangkan Kurikulum K12 Informatika

Kegiatan seminar kurikulum K12 Informatika di UII, Kamis (8/8/2019). - Ist/FTI UII.
09 Agustus 2019 08:57 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 46 guru SD, SMP dan SMA perwakilan seluruh DIY diberikan pendampingan untuk mengembangan kurikulum mata pelajaran informatika atau dikenal dengan kurikulum K12 informatika. Guru-guru tersebut memasuki tahap melaporkan perkembangan penerapan kurikulum melalui seminar yang digelar di Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (UII), Kamis (8/8/2019).

Dosen Prodi Teknik Informatika Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri UII Hanson Prihantoro menjelaskan jumlah guru informatika itu diikuti perwakilan dari 46 sekolah baik SD, SMP dan SMA seluruh DIY, dosen serta perwakilan Dinas Pendidikan seluruh DIY. Sebelum evaluasi kali ini, pihaknya telah memberikan beragam pelatihan kurikulum K12 dan sudah dipraktikkan di sekolah masing-masing.

“Dari pertemuan ini kami akan menampung berbagai masukan dan kendala agar formulasi kurikulum ini bisa berjalan dengan baik terutama di semester berikutnya,” terangnya Jumat (9/8/2019).

Pertemuan itu untuk mendiseminasikan persiapan kurikulum informatika K12 harapannya bisa menjadi referensi sekolah yang lain dalam menerapkan pelajaran informatika yang lebih disenangi siswa. Mengingat dalam pertemuan itu juga diwakili sekolah lain yang belum tersasar program hibah penerapan kurikulum K12.

Ia menilai kendala yang masih sering dihadapi adalah terkait pengetahuan guru yang sebelumnya masih berbasis pelajaran TIK, tetapi saat ini diubah menjadi informatika yang lebih banyak pada tataran praktik. “Kalau sebelumnya TIK kan hanya menggunakan software saja, tetapi sekarang informatika ini tetapi juga bisa memanfaatkan software itu untuk menyelesaikan berbagai persoalan, temuan terkait informatika,” ucapnya.

Rektor UII Fathul Wahid menyatakan, UII menjadi salah satu dari total empat perguruan tinggi di Jogja yang dipercaya menjalankan program Grant Implementasi Kurikulum Informatika K12 melalui Bebras Indonesia. Ia memastikan, program itu sepenuhnya didukung oleh Google Indonesia dengan memberikan pelatihan informatika agar bisa mengembangkan kemampuan berfikir komputasional. Melalui cara berfikir itu, diharapkan bisa membekali siswa agar lebih siap dalam menghadapi persaingan global ke depannya.

“Dengan berfikir komputasional ini adik-adik SD, SMP, SMA dilatih untuk berfikir secara berbeda dan sangat membantu ketika terjun ke teknologi informasi yang membutuhkan coding, pemrograman, banyak manfaatnya. Ini bisa mendorong orang tidak hanya sebagai pemakai tetapi juga creator atau produsen,” ujarnya.

Mengingat selama ini, kata Fathul, mata pelajaran TIK hanya lebih diarahkan pada pengenalan perangkat menggunakan aplikasi. Tetapi melalui kurikulum ini mengajak siswa berfikir komputasional atau memecahkan masalah dengan langkah tertentu dan mengenali pola masalah dan mendapatkan solusinya. “Selama ini belum ada, ini [kurikulum] memang baru diujicobakan, program ini didukung google Indonesia,” katanya.