Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Basuki Tjahaja Purnama (BTP). /Ist- Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA- Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok mengungkapkan alasannya memilih PDIP sebagai partainya,
Ahok mengaku terkesan saat pertama kali menghadiri Kongres PDI Perjuangan (PDIP). Ahok mengaku jiwa patriotismenya terbangun saat mendengar pidato-pidato Bung Karno yang di putar pada acara Kongres V PDIP.
Bahkan, kader PDIP yang baru masuk beberapa bulan ini pun memuji pidato Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri saat membuka Kongres V. Ahok mengatakan dirinya memilih masuk PDIP lantaran sebagai partai ideologis yang tidak suka bernegosiasi.
"Perasaannya kita ada patriotisme ya, dengan melihat pidato beliau, diputarnya (film) Bung Karno dan segala macam, partai ini sangat ideologis dan jelas nasionalis," kata Ahok usai menghadiri pembukaan Kongres V PDIP, di Hotel Grand Inna Beach, Bali, Kamis (8/8/2019).
"Dan saya memilih partai yang kita tidak mau tawar menawar. Jadi republik ini nasionalis. Saya kira rasa itu, seperti itu. Pidato Ibu (Megawati) luar biasa, membangkitkan semangat kita," imbuhnya.
Berkenaan dengan itu, Ahok pun mengaku bersyukur lantaran sempat diperkenalkan dan dipuji oleh Megawati.
"Saya bersyukur saja," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri memperkenalkan kader baru partainya yang merupakan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok pada acara pembukaan Kongres V PDIP di Hotel Grand Inna Beach, Bali, Kamis (8/8/2019).
Ahok pun lantas berdiri saat Megawati memperkenalkan dirinya. Para peserta kongres pun ikut berdiri untuk melihat ke arah Ahok yang tampak mengenakan kemeja partai warna merah berlogo benteng moncong putih tersebut.
"Di sini juga ada, karena sudah kader PDI Perjuangan, dia BCP, Basuki Cahaya Purnama. Kalau terkenal namanya Ahok," kata Megawati.
Selain memperkenalkan Ahok, Megawati juga bicara soal hak politik setiap warga negara Indonesia dengan latar belakang suku, agama, ras, dan etnis apapun di hadapan para peserta kongres dan tamu undangan. Megawati mengaku heran, Indonesia yang mengaku bernegara berdasar Pancasila tetapi masih ada pihak-pihak yang mempermasalahkan latar belakang seseorang.
"Tapi terus masa tak tak boleh (didukung)? Mau namanya Aseng, Ahok, Badu, mau apa kek namanya, kalau sudah warga negara Indonesia, ya sudah lah," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Jadwal Samsat Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, Samsat Keliling, Jempol Si Panda, SABITA hingga Samsat On Sunday.
Sebanyak 17 Taman Budaya dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Jogja dalam Temu Karya Taman Budaya Se-Indonesia XXV 2026.
Warga huntap Merapi di Kepuharjo dan Umbulharjo menerima SHM. Sultan HB X meminta sertifikat dijaga dan tidak mudah dilepas.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.