BMKG Bantah Kabar Akan Terjadi Gempa Magnitudo 9,0 yang Viral di Medsos

Sejumlah anggota TNI membongkar rumah yang rusak akibat gempa di Kampung Jaura, Pandeglang, Banten, Sabtu (3/8/2019). Puluhan anggota TNI dari Batalyon Infantri 320/Badak Putih melakukan bakti sosial untuk membantu para korban gempa Jumat (2/8) malam mengakibatkan seorang meninggal dan 112 rumah rusak di Banten. - Antara
03 Agustus 2019 17:27 WIB Nancy Junita News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono menegaskan bahwa gempa bumi belum dapat diprediksi, oleh karena itu masyarakat diminta tidak termakan isu.

Rahmat menegaskan hal  itu lewat keterangan tertulisnya pada Sabtu (3/8/2019). Menurut dia, viralnya di media sosial bahwa akan terjadi gempa besar berkekuatan M 9,0 pascagempa Banten M 6,9 adalah tidak benar.

Terhadap isu itu Rahmat memberi penjelasan sebagai berikut:

1. Isu yang berkembang tersebut tidak benar, karena peristiwa gempa bumi hingga saat ini belum dapat diprediksi oleh siapapun: kapan, di mana, dan berapa kekuatannya.

2. Gempa bumi terjadi akibat deformasi batuan yang terjadi secara tiba-tiba pada sumber gempa yang sebelumnya mengalami akumulasi medan tegangan (stres) di zona tersebut, pengaruh penjalaran stress untuk proses  selanjutnya secara kuantitatif masih sulit untuk diketahui.

3. Teori yang berkembang saat ini baru dapat menjelaskan bahwa sebuah gempa bumi utama dapat membangkitkan atau memicu aftershocks dan masih sulit untuk memperkirakan gempa besar rentetannya seperti beberapa kasus gempa bumi doublet,  triplet (dua atau tiga kejadian gempabumi tektonik dlm waktu dan lokasi yg relatif berdekatan).

4. Masyarakat diimbau agar tetap tenang namun waspada dan tidak percaya kepada isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

5. Melakukan langkah-langkah mitigasi terkait kesiapan sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa bumi. Siapkan bangunan rumah Anda sesuai dengan konstruksi aman gempa, siapkan perabotan-perabotan yang kuat dan dapat menjadi tempat perlindungan sementara saat terjadi gempa, siapkan jalur evakuasi yang aman di lingkungan tempat tinggal Anda. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia