Erupsi Anak Krakatau, Pesawat Garuda Bawa 382 Jamaah Umrah Dialihkan ke Aceh
Erupsi Anak Krakatau mengganggu penerbangan Garuda GA-981. Sebanyak 382 jamaah umrah dari Jeddah dialihkan mendarat ke Aceh.
Kiswah penutup Kakbah diangkat tiga meter penanda musim haji tiba. /ANTARA-Hanni Sofia
Harianjogja.com, MAKKAH--Wabah virus ebola semakin mengkhawatirkan seluruh dunia. Wabah yang berasal dari sejumlah negara di Afrika Barat ini membuat Pemerintah Arab Saudi melarang warga Kongo mengunjungi negaranya meski untuk ibadah haji.
Kongo termasuk salah satu bagian dari Afrika Barat. Virus ebola menyebar di negara tersebut dan itu membuat khawatir.
“Pemberian visa kedatangan bagi warga Kongo dihentikan terlebih dulu. Ini dilakukan demi kesejahteraan jemaah haji lainnya,” terang Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam sebuah catatan yang dikeluarkan beberapa hari lalu.
Keputusan itu juga berlandaskan keputusan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dua minggu yang lalu. Dalam keputusan itu dinyatakan bahwa wabah ebola berstatus darurat internasional.
Virus ini telah menewaskan lebih dari 1.700 orang di Kongo pada tahun lalu dan diduga akan meluas ke perbatasan. Dilansir dari Arab News, Arab Saudi menangguhkan visa pengunjung yang berasal dari Guinea, Sierra Leone, dan Liberia karena wabah ebola yang sempat menewaskan lebih dari 11.000 orang.
Sepuluh persen dari dua juta jemaah haji seluruh dunia berasal dari Afrika Sub Sahara, di mana salah satu negaranya adalah Republik Demokrasi Kongo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Erupsi Anak Krakatau mengganggu penerbangan Garuda GA-981. Sebanyak 382 jamaah umrah dari Jeddah dialihkan mendarat ke Aceh.
BMKG memperbarui sebaran abu vulkanik Anak Krakatau Senin pagi. Abu terpantau hingga 50.000 kaki dan berpotensi mengganggu penerbangan.
BNPB menyiapkan OMC untuk membantu meluruhkan abu erupsi Anak Krakatau di Jakarta, Banten, dan Lampung setelah kondisi memungkinkan.
Iran akan menetapkan zona maritim terbatas baru di luar Selat Hormuz. Kapal yang masuk kawasan tersebut akan dimasukkan daftar sanksi.
DPRD Kota Jogja menyoroti biaya listrik dan pemeliharaan balai RW yang masih ditanggung warga secara swadaya dan meminta Pemkot turun tangan.
BMKG menyebut abu vulkanis Anak Krakatau berpotensi bergerak ke Jawa tergantung perubahan arah dan kecepatan angin.