Raudi Tersangka Korupsi Dana Hibah, Ini Komentar Pakar Hukum
Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman kembali menjadi sorotan. Ahli hukum pidana menilai penetapan tersangka RA harus disertai dasar hukum yang jelas.
Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Jamaah haji diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko dehidrasi dan heatstroke atau sengatan panas selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Cuaca panas ekstrem disebut dapat memicu gangguan kesehatan serius apabila kondisi tubuh tidak dijaga dengan baik.
Dokter spesialis gizi klinik, Pande Putu Agus Mahendra, mengatakan dehidrasi menjadi salah satu ancaman utama yang harus diwaspadai jamaah haji karena dapat memengaruhi fungsi organ vital tubuh seperti jantung dan ginjal.
“Risiko terbesar adalah kondisi dehidrasi dan heatstroke. Kondisi dehidrasi akan menimbulkan gangguan pada sistem tubuh yang akhirnya dapat memicu peningkatan kerja jantung serta memperberat kerja ginjal,” kata Pande Putu saat dihubungi, Senin.
Dokter lulusan Gizi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menjelaskan, dehidrasi dapat memunculkan berbagai gejala seperti tubuh lemas, pusing, nyeri kepala, hingga mual. Pada kondisi tertentu, jamaah juga bisa mengalami pandangan buram dan sensasi berputar seperti vertigo.
Menurut dia, kondisi dehidrasi kronis kerap tidak disadari karena tubuh perlahan kehilangan respons rasa haus meski cairan tubuh sebenarnya sudah berkurang drastis.
“Pada kondisi dehidrasi yang kronis bahkan rasa haus sudah tidak dirasakan lagi dan urine sudah berkurang,” ujar Pande Putu.
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah melalui media sosial juga mengingatkan jamaah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas di Tanah Suci.
Dalam imbauannya, jamaah diminta rutin minum air putih, menggunakan pelindung seperti payung, serta beristirahat secara berkala di tempat teduh untuk mengurangi paparan panas berlebih.
Pande Putu menyarankan jamaah menjaga kebutuhan cairan tubuh dengan mengonsumsi air secara bertahap sepanjang hari, terutama saat aktivitas ibadah berlangsung padat.
Menurut dia, kebutuhan cairan normal orang dewasa berkisar delapan hingga 10 gelas per hari dengan ukuran sekitar 250 mililiter per gelas. Namun, kebutuhan tersebut dapat meningkat saat cuaca panas ekstrem dan aktivitas fisik lebih tinggi selama ibadah haji.
“Usahakan konsumsi air mineral 150 mililiter per jam untuk menjaga hidrasi selama melakukan kegiatan ibadah,” katanya.
Selain air putih, jamaah haji juga dianjurkan mengonsumsi buah dengan kandungan air tinggi serta makanan berkuah untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh selama berada di Tanah Suci.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman kembali menjadi sorotan. Ahli hukum pidana menilai penetapan tersangka RA harus disertai dasar hukum yang jelas.
BNN, TNI, dan Polri bongkar 59 jaringan narkoba. Lebih dari 200 ton barang bukti diamankan senilai Rp29 triliun.
Disdikpora Kulonprogo gelar pelatihan dan lomba bisnis untuk pelajar dan pemuda, dorong lahirnya wirausahawan muda.
UGM kembangkan Smart Compost Vessel di Sleman, ubah sampah organik jadi pupuk cair untuk ketahanan pangan keluarga.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Sleman menggelar peringatan Milad ke-29 yang dirangkaikan dengan peresmian Sasana Krida Wiyata pada Jumat (26/6/2026).
Gempa kembar Venezuela tewaskan 920 orang dan ribuan luka. Kerusakan parah terjadi di La Guaira