Dewan Syariah Sebut 13.700 Anjing Dikonsumsi di Solo Tiap Bulannya

Dewan Syariah Kota Solo (DSKS) Meminta Pemkot Solo Tertibkan Warung Satai Anjing - Okezone
29 Juli 2019 20:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SOLO - Penjualan dan kosumsi daging anjing di Solo, Jawa Tengah saat ini diklaim makin mengkhawatirkan.

Dewan Syariah Kota Solo (DSKS) meminta pihak Pemkot Solo mengambil langkah tegas terkait hal itu.

Kedatangan para ulama ini diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Ahmad Purnomo. Juru bicara DSKS Ustadz Endro Sudarsono mengatakan, mereka menyodorkan hasil investigasi yang dilakukan mengenai warung satai berbahan olahan daging anjing.

Di mana di Kota Solo, ada peningkatan signifikan mengkonsumsi daging anjing. Tak hanya itu saja, puluhan warung yang secara terang-terangan menjual daging anjing.

"Diperoleh data, sekitar 13.700 anjing yang dikonsumsi di Solo setiap bulannya," ujar Endro, di Balai Kota Solo, Senin (29/7/2019).

Menurut Endro, dari data tersebut, kondisi tersebut sangat memprihatinkan. Apalagi mengkonsumsi, daging anjing juga bisa menyebabkan beragam infeksi. Karena anjing mengandung E.Coli 107, Salmonela dan juga bisa menyebabkan beragam infeksi bakteri antraks, Hepatitis dan leptospirosis.

Selain mendesak agar Pemkot Solo mengikuti jejak yang telah diambil Bupati Karanganyar, menolak perdagangan daging anjing, pihaknya juga meminta agar pihak Pemkot segera membuat regulasi.

"Untuk itu, DEKS berharap ada regulasi berupa Peraturan Wali Kota (Perwali) atau Peraturan Daerah (Perda) untuk mengatur, membatasi ataupun melarang mengkonsumsi daging anjing," terangnya.

Apalagi, ungkap Endro, Wakil Wali Kota Solo juga menghadirkan data tentang semakin menjamurnya warung yang menjual Satai Guk-guk. Dari data Dinas Pertemanan Kota Solo terdapat 27 tempat lokasi yang menjual Satai Anjing.

Dia menambahkan, cara yang dilakukan penjual itu dengan memukul kepala anjing sebelum dimasukkan ke dalam air untuk selanjutnya dimasak.

"Wakil Wali Kota Surakarta sendiri juga menghadirkan data dari dinas peternakan tentang penjual. Ditemukan ada 27 tempat warung menjual daging anjing. Diakui Wawali, cara membunuh dipukul kemudian dimasukan kedalam air," terang Endro.

Dengan kondisi itu, DSKS melihat tak ada alasan bagi pihak Pemkot untuk tidak segera membuat regulasi hukum. Bila cara pendekatan secara kekeluargaan tak membuahkan hasil.

Sementara Wakil Wali Kota Solo, Ahmad Purnomo mengatakan, meskipun dirinya memang menyodorkan data yang didapat dari dinas pertengahan pada pihak DSKS, namun bukan berarti bisa segera menutup warung penjualan daging anjing.

Tetapi pihak Pemkot pun harus mendengarkan suara-suara dari masyarakat. Sehingga, dari hasil musyawarah tersebut, keputusan yang akan dikeluarkan tersebut benar-benar sudah matang.

"Gini, memang data kita sudah komplit semuannya. Tentang jumlah pedagangnya, tentang berapa ekor yang dipotong setiap harinya. Tapikan tidak bisa serta merta menutup. Kita pun harus berembug (musyawarah) dulu. Seperti apa suara dari daerah lain, suara dari masyarakat seperti apa. Jadi keputusan yang diambil, benar-benar sudah matang,"terang Ahmad Purnomo.

Langkah ini,ungkap Ahmad Purnomo untuk menghindari kemungkinan adannya gejolak terhadap keputusan yang diputuskan Pemkot.

"Sayakan Sifatnya memberikan masukan pada beliau (Walikota). Tapi apa yang dilakukan dinas (memberikan data penjualan daging anjing) sudah sudah luar biasa, datanya sudah komplit. Tapi harus diambil jalan tengahnya agar tidak terjadi gejolak," ucap dia.

Sumber : Okezone.com