Kemlu RI Kecam Israel usai Relawan Flotilla Gaza Ditangkap
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Agus Harimurti Yudhoyono/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA-- Koalisi Adil Makmur pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 sudah bubar. Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mempersilakan ayahnya yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam menentukan posisi partainya.
Meski demikian, pria yang akrab disapa AHY ini menilai saat ini yang paling penting adalah berpikir baik untuk bangsa Indonesia lima tahun ke depan.
"Tentu Partai Demokrat memiliki keinginan untuk bisa berkontribusi secara langsung, secara nyata, dan ini membutuhkan kerja sama dengan semua elemen bangsa, elemen politik lainnya," kata AHY, di Jakarta, Jumat (19/7/2019).
Menurutnya, untuk mewujudkan hal tersebut, Demokrat juga tentu memikirkan sejumlah langkah strategis. Meski tak menyebut detailnya, AHY berharap baik di eksekutif maupun legislatif, Demokrat bisa berkontribusi aktif.
"Saya pikir lazim dalam sistem politik kita dan realitas politik kita hari ini terjadi lobi-lobi berbagai pihak untuk menentukan kepemimpinan lembaga pemimpin negara. Demokrat tentu tidak tinggal diam, kita ingin secara aktif dan positif bersama elemen politik lainnya untuk menghadirkan sebuah sistem dan lembaga yang kredibel memilki kompetensi dan integritas dalam peran dan posisi apa pun," kata dia.
Hal itu pula yang disampaikan AHY saat ditanya mengenai perebutan kursi pimpinan MPR yang saat ini tengah dibidik sejumlah parpol. "Jika kami bisa berkontribusi dengan baik kenapa tidak, dan ini kami lakukan dengan semangat untuk mewujudkan lembaga tinggi negara yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi di tengah masyarakat kita," ujarnya pula.
Adapun mengenai kongres yang saat ini mulai dijadwalkan oleh sejumlah partai untuk menentukan arah politik ke depan, AHY menyebut Partai Demokrat punya tenggat waktu yang cukup panjang untuk menggelar kongres setelah Pilpres 2019, karena kepengurusan Partai Demokrat saat ini baru berakhir pada 2020 nanti.
"Artinya masih ada waktu Demokrat untuk mempersiapkan segala sesuatunya, yang jelas tujuan kongres meyakinkan agar kepemimpinan dan kepengurusan Demokrat semakin baik dan semakin efektif dan bisa meningkatkan kinerja sekaligus peran dalam kemasyarakatan," kata dia pula.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Banjir di Sintang Kalimantan Barat putuskan 13 jembatan gantung. Ribuan warga terdampak, distribusi bantuan terkendala.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.