Advertisement
Muhammadiyah Gelar Kajian tentang Kalender Islam Global
Logo Muhammadiyah. - Wikipedia
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA- Kalender Islam global kini tengah dikaji organisasi Islam Muhammadiyah.
Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PP Muhammadiyah menggelar “Konsolidasi Paham Hisab Muhammadiyah tentang Kalender Islam Global” bertempat di Aula Kantor PP Muhammadiyah Jalan Cikditiro 23 Yogyakarta, Sabtu (13/7/2019).
Advertisement
Disampaikan Syamsul Anwar Ketua MTT PP Muhammadiyah, penyelenggaraan kegiatan tersebut dalam rangka melaksanakan putusan muktamar ke-47 di Makassar pada tahun 2015 sebagai upaya memperjuangkan kalender Islam global dan internasional.
“Dalam rangka pelaksanaan ini, alangkah pentingnya kita harus paham dan mengkaji terlebih dahulu, sebelum kita menyampaikan hal ini kepada masyarakat luas,” kata Syamsul.
Syamsul menambahkan, kegiatan ini bukan kali pertamanya MTT PP Muhammadiyah membahas masalah kalender Islam. “Tarjih sejak tahun 2015 telah mengadakan dengan judul kegiatan yang berbeda-beda, umumnya adalah halaqah paham hisab Muhammadiyah. Bahkan kita mengundang dari beberapa organisasi lain bagaimana mereka merespons kalender Islam global tersebut,” terangnya.
Menurut Syamsul, pemahaman tentang kalender hijriyah global dan internasional ini belum dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat. Hal tersebut karena ada ketentuan tentang hisab dan rukyat yang memerlukan pemahaman khusus.
“Berangkat dari hal tersebut, MTT PP Muhammadiyah berjuang bagaimana agar persyarikatan dapat mensosialisasikan kalender sebagai isu-isu strategis kummatan,” katanya.
Syamsul berharap, kegiatan ini bisa dipahami dan diterima setidaknya di lingkungan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM). Nantinya, MTT PP Muhammadiyah juga akan mengadakan Training of Trainer (ToT) untuk wilayah-wilayah agar informasi sampai ke wilayah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Video Call Terakhir Praka Farizal di Lebanon Jadi Kenangan Keluarga
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Isu Pertamax Naik 10 Persen 1 April, Ini Penjelasan Bahlil
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
- Bos Maktour dan Ketua Kesthuri Ditetapkan Tersangka Korupsi Kuota Haji
- HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
- Sempat Viral Putus Sekolah Rawat Orang Tua, Fendi Kembali ke Kelas
- Kemenko PM: Kasus Amsal Sitepu Ancaman Bagi Industri Kreatif Nasional
- Langgar Aturan Pelindungan Anak, Meta dan Google Dipanggil Menkomdigi
Advertisement
Advertisement







