Kapal Tanker Hilang Misterius di Wilayah Laut yang Menjadi Pusat Sengketa Iran dan AS

Ilustrasi kapal tanker - reuters
17 Juli 2019 15:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, TEHERAN – Kapal tanker membawa minyak dikabarkan hilang di laut yang menjadi pusat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Sebuah kapal tanker berbendera Panama dilaporkan menghilang saat berlayar melalui Selat Hormuz, yang belakangan ini menjadi pusat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Kapal tanker 'Riah' biasanya membawa minyak dari Dubai dan Sharjah ke Fujairah, sebuah perjalanan dengan jarak kurang dari 200 mil laut yang dapat ditempuh kapal itu dalam waktu satu setengah tahun. 'Riah' melaporkan posisinya di lepas pantai Dubai pada 7 Juli lalu.

Namun, saat melewati Selat Hormuz pada Sabtu malam pekan lalu, sinyal lacak kapal itu tiba-tiba mati tepat sebelum tengah malam, setelah menyimpang dari jalurnya dan menunjuk ke arah pantai Iran. Menurut data pelacakan laut, sinyal dari Riah belum dinyalakan kembali dan kapal itu pada dasarnya menghilang.

Media Israel melaporkan berita hilangnya 'Riah' pada Selasa, dan menjadikannya sebagai perkembangan lain dalam kisah penyerangan terhadap sejumlah kapal tanker yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. RT, Rabu (17/7/2019) melaporkan bahwa media tersebut juga menyoroti mengenai sumpah dari Pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei pada Selasa yang menyatakan akan membalas penahanan kapal Iran oleh Inggris di dekat Gibraltar pada awal bulan ini.

Seorang juru bicara perusahaan pelayaran yang memiliki ‘Riah’, General Trading Mouj-al-Bahar yang berbasis di Sharjah, mengatakan bahwa kapal tersebut telah “dibajak” oleh otoritas Iran. CNN melaporkan bahwa komunitas intelijen AS "semakin yakin" bahwa kapal tanker itu dipaksa masuk ke perairan Iran oleh sayap angkatan laut Korps Pengawal Revolusi Islam elit Iran, tetapi belum mengungkapkan sumbernya.

Namun, Teheran belum mengakui lenyapnya 'Riah,' bahkan untuk menyangkal dugaan 'pembajakan.' Armada Kelima AS yang berpatroli di wilayah itu selama beberapa bulan terakhir juga menyatakan bahwa mereka tidak melihat kehadiran 'Riah'.

Provokasi asing menjadi salah satu kemungkinan yang diangkat, melihat ketegangan yang semakin meningkat di wilayah itu, namun baik Iran mau pun AS sama-sama menyatakan tidak ingin terjadi perang.

Dugaan lain adalah kapal tanker itu melakukan perdagangan ilegal dengan mematikan pelacaknya dan merapat di pelabuhan Iran dan mengangkut minyaknya, yang merupakan pelanggaran atas sanksi AS. Kapal China, “Sino Energy 1” dilaporkan juga menghilang dengan cara yang sama bulan lalu sebelum muncul kembali dengan muatan penuh minyak dan berlayar ke arah yang berlawanan.

Namun, “Riah” adalah kapal milik perusahaan Uni Emirat Arab (UEA) yang hampir tidak mungkin melakukan bisnis dengan Iran, karena hubungannya dengan Arab Saudi dan perbedaan politik yang sangat tajam.

Dengan berbagai laporan yang saling bertentangan beredar dan belum ada bukti yang konkret, keberadaan “Riah” sejauh ini masih belum diketahui.

Sumber : Okezone.com