Trump Keluarkan Pernyataan Rasis kepada Anggota Kongres dari Demokrat

Presiden AS Donald Trump - Reuters
15 Juli 2019 18:42 WIB Hadijah Alaydrus News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Presiden AS Donald Trump memantik kontroversi setelah menghina sejumlah politisi Partai Demokrat di Kongres, Minggu (14/07/2019).

Dalam Twitter, dia menegaskan agar para wanita kembali dan memperbaiki negara asal anggota Kongres yang terlahir dari keluarga pendatang. 

"Sangat menarik melihat wanita anggota Kongres dari Partai Demokrat yang progresif, mereka yang datang dari negara dengan pemerintahan yang kompleks dan penuh bencana...dengan kejam memberi tahu orang-orang Amerika Serikat ... bagaimana pemerintah kita harusnya dijalankan," kata Trump dalam serangkaian tiga komentar di akunnya, Minggu (14/07/2019). 

Trump memang tidak menyebutkan nama, namun jelas pernyataannya ditunjukkan untuk anggota kongres partai demokrat Alexandria Ocasio-Cortez (berdarah Puerto Rico) dari New York, Ilhan Omar (keturunan Somalia) dari Minnesota, Ayanna Pressley (keturunan Afrika) dari Massachusetts, dan Rashida Tlaib (keturunan Palestina) dari Michigan.

Anggota Kongres tersebut dikenal sebagai pasukan yang selalu mengkritik pemerintahan Trump.  Hanya Omar – yang keluarganya meninggalkan Somalia sebagai pengungsi di AS dan tiba di Minneapolis pada tahun 1997 – tercatat lahir di luar Amerika Serikat.

"Bapak Presiden, negara tempat saya berasal, 'dan negara tempat kita semua bersumpah, adalah Amerika Serikat, ” balas Ocasio-Cortez lewat akun Twitter miliknya. 

Nancy Pelosi, anggota partai demokrat dari negara bagian California, telah cukup lama berselisih dengan kelompok partai republik. Bahkan, dia menyebut komentar Trump xenophobia.

"Ketika @realDonaldTrump memberi tahu empat wanita Kongres Amerika untuk kembali ke negara mereka, dia menegaskan kembali rencananya untuk 'Membuat Amerika Hebat Lagi' yang sebenarnya selalu tentang membuat 'Amerika putih kembali'," kata Pelosi di Twitter.

Senator AS Dick Durbin dari Illinois juga meluncurkan tanggapan. "Apakah saya masuk dalam kategori Presiden?" ujar Durbin yang memiliki darah Lithuania.

Dia bersyukur jika ada dua wanita muslim yang terpilih di Kongres, Omar dan Tlaib.  Menurutnya, inilah kebebasan yang menjadi mimpi Amerika sebenarnya dan Presiden Trump seharusnya tidak menghilangkan itu. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia