Advertisement
Ini Lokasi yang Bakal Jadi Pintu Keluar Tol Solo-Jogja di Klaten..
Advertisement
Harianjogja.com, KLATEN -- Jumlah pintu keluar atau exit tol Solo-Jogja di wilayah Klaten bertambah dari semula dua lokasi menjadi tiga lokasi. Ketiga lokasi tersebut yakni di Desa Kuncen, Kecamatan Ceper, Desa/Kecamatan Ngawen, serta Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo.
Hal itu diungkapkan Kabid Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Klaten, Joko Suprapto, saat mendampingi Bupati Klaten Sri Mulyani meninjau lokasi terdampak tol Solo-Jogja, Selasa (9/7/2019).
Advertisement
“Di Borangan itu nanti ada dua pintu tol yakni di Borangan dan Somokaton [Kecamatan Karangnongko] untuk ke jalan arteri. Sementara di Kapungan, Polanharjo, itu untuk simpang susunnya. Itu baru rencana,” urai dia.
Joko Suprapto mengatakan rencana lokasi terdampak proyek tol masih bisa berubah. Sesuai rencana saat ini, ada sekitar 45 desa di sembilan kecamatan yang bakal terdampak tol Solo-Jogja.
BACA JUGA
“Kemungkinan masih bisa berubah. Seperti hari ini ada semacam rekomendasi agar rute tol yang dekat dengan sumber mata air bisa dipindah,” kata dia.
Usulan agar rute tol digeser karena terlalu dekat dengan sumber air disampaikan Bupati Klaten, Sri Mulyani. Mulyani khawatir keberlangsungan sumber air itu terancam, debitnya berkurang, jika terlalu dekat dengan jalan tol.
Mulyani mencatat ada tiga sumber air di wilayah Kebonarum yang jaraknya terlalu dekat dengan lokasi bakal ruas tol.
Ketiga sumber mata air itu yakni Umbul Geneng di Desa Geneng, Umbul Lanang di Desa Malangjiwan, serta Umbul Brondong di Desa Ngrundul. Jarak ketiga mata air itu hanya ratusan meter dari rencana lokasi tol.
Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan tol Solo-Jogja dan Jogja-Bawen, Wijayanto, mengatakan masih menampung usulan Bupati Klaten soal pergeseran ruas tol yang berdekatan dengan tiga sumber mata air.
“Keputusan akhir di Kementerian PUPR. Usulan kami tampung dan nanti didiskusikan saat rapat di provinsi,” kata Wijayanto.
Soal kemungkinan ruas tol berubah atas usulan tersebut, Wijayanto mengatakan memungkinkan jika ada aturan yang membolehkan.
“Kalau jalan tol tidak bisa 100-200 meter membelok. Kalau ada perubahan, jaraknya itu tidak 100-200 meter. Perubahan itu bisa 1-2 km. Kalau posisinya di STA ini, gesernya harus 4 km, ini berarti mengubah total keseluruhan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ayatollah Khamenei Dikabarkan Meninggal dalam Serangan AS-Israel
- Perang AS-Israel vs Iran, 58 Ribu Jemaah Umrah RI Masih di Arab Saudi
- IRGC Klaim Selat Hormuz Ditutup Usai Serangan AS-Israel
- IRGC: Rudal Iran Hantam Pangkalan AS dan Israel
- Dampak Serangan AS-Israel, Korban Pelajar di Iran Tewas Capai 85 Orang
Advertisement
Jadwal DAMRI Bandara YIA Jogja 1 Maret 2026, Tarif Rp80.000
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal MotoGP Thailand 2026: Marquez Difavoritkan di Buriram
- DIY Siapkan Raperda Museum, Pulangkan Arsip Sejarah dari Luar Negeri
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 28 Februari 2026
- THR Gubernur Jateng 2026 Rp8 Juta, Total ASN Rp380 Miliar
- AKBP Didik Terima Uang Keamanan dari Bandar Narkoba Koko Erwin
- MBG DIY Diawasi dengan AI untuk Cegah Keracunan
- Dubes Palestina Puji Dukungan Indonesia untuk Gaza
Advertisement
Advertisement




