Demi Konservasi, Jokowi Minta Pembatasan Jumlah Wisatawan Pulau Komodo dan Berbayar Mahal

Jokowi - twitter
11 Juli 2019 15:27 WIB Amanda Kusumawardhani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah akan membuat rancangan kawasan pariwisata di Pulau Komodo dengan mengedepankan konsep konservasi.

Guna mewujudkan hal tersebut, pembenahan kawasan dan pembangunan fasilitas-fasilitas Pulau Komodo dinilainya harus terintegrasi dengan Pulau Rinca, yang masih termasuk ke dalam Kawasan Taman Nasional Komodo.

Saat ini di Pulau Komodo kurang lebih ada 1.700 komodo dan di Pulau Rinca kurang lebih ada 1.040 komodo. Untuk itu, Presiden meminta agar betul-betul dihitung daya dukungnya.

“Jangan sampai kita loss, bukan hanya urusan turisme tapi  juga melihat bahwa ini adalah kawasan konservasi,” kata Presiden Jokowi, dikutip dari keterangan resminya, Kamis (11/7/2019).

Menurutnya, nantinya akan dibuat desain besar, rancangan besar, guna membedakan kawasan terbuka untuk umum dan kawasan konservasi.

“Kita ingin nanti misalnya Pulau Komodo betul-betul lebih ditujukan untuk konservasi sehingga turis di situ betul-betul kita batasi, ada kuota, bayarnya mahal. Kalau enggak mampu bayar enggak usah ke sana. Misalnya seperti itu, tapi mau lihat Komodo juga masih bisa di Pula Rinca,” ujar Presiden Jokowi.

Rancangan besar ini, diakuinya, akan dibahas pada rapat terbatas sehingga desainnya terintegrasi antara Labuan Bajo, Pulau Rinca, Pulau Komodo, dan autnya.

“Semuanya harus didesain dengan baik dan dikerjakan tidak parsial. Kita ini senangnya mengerjakan parsial, anggaran setahun Rp200 juta, Rp500 juta, jadi mau buat apa gitu. Jadi betul-betul dirancang, uang sekali keluar tapi dirancang, direncanakan, dan betul-betul dari turun di bandara sampai ke tempat-tempat tujuan ini betul-betul kelihatan sambung semuanya kira-kira itu,” tegasnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia