Kalla Group Dapatkan Izin Mendirikan Kampus

Kalla Group - JIBI/Bisnis.com
10 Juli 2019 21:42 WIB Sitti Hamdana R News Share :

Harianjogja.com, MAKASSAR– Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Kalla sudah mendapatkan izin operasional dari Kementerian Riset, Teknlogi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Ketua Yayasan Hadji Kalla, Fatimah Kalla, mengatakan izin operasional tersebut didapatkan setelah melalui sejumlah proses panjang di antaranya perekrutan calon dosen serta verifikasi berkas oleh tim Dikti.

“Pendirian Institut Teknologi dan Bisnis Kalla ini merupakan komitmen Kalla Group melalui Yayasan Hadji Kalla untuk memajukan pendidikan bangsa. Setelah 35 tahun mendirikan Sekolah Islam Athirah, kini Kalla Group juga akan ikut andil mencetak mahasiswa dan mahasiswi unggul dalam bidang teknologi dan bisnis,” ujar Fatimah, Rabu (10/7/2019).

Menurutnya, rahasia bisnis Kalla Group akan diajarkan di ITB Kalla dengan spirit kewirausahaan berbasis values Kalla dengan kombinasi nilai-nilai agama dan kearifan lokal serta modernitas.

“Banyak pengusaha lokal di Makasaar namun sangat sedikit yang bisa bertahan hingga tiga generasi seperti Kalla Group. Kiat-kiat sukses mendirikan dan mempertahankan usaha akan didapatkan di ITBKalla,” ujarnya.

Surat Keputusan izin operasional ITBKalla diserahkan Menteri Ristekdikti Prof. H. Mohamad Nasir kepada Pembina Yayasan Hadji Kalla yang juga sekaligus Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di

Institut Teknologi dan Bisnis Kalla akan membuka 4 program studi yaitu Kewirausahaan, Manajemen Retail, Bisnis Digital dan Sistem Informasi.

Selain penekanan pada budaya perusahaan Kalla Group, perkuliahan juga akan fokus pada pemanfaatan teknologi sehingga cepat dan solutif dalam bekerja. Pengalaman Kalla Group 67 tahun di bisnis dan 35 tahun di Pendidikan Dasar dan Menengah akan dipadukan di sebuah perguruan tinggi.

“Kami juga akan sharing pengalaman dengan memberikan sentuhan wirausaha yang dilengkapi oleh ilmu manajemen modern dan professional,” sambungnya.

Kampus juga akan membangun kemitraan  dengan kampus besar seperti SBM ITB, PPM Business School, ESQ Business School dan Prasetiya Mulya, juga ke dunia teknologi seperti Google, Oracle, Microsoft dan lainnya.

“Mitra ini akan bekerja sama dalam pengembangan kurikulum, persiapan calon dosen, manajemen kampus dan lain sebagainya yang bisa membuat gerakan kampus lebih cepat,” tandasnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia