Ini Alasan Gerindra Ngotot Rizieq Shihab Jadi Syarat Utama Rekonsiliasi

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengikuti sidang ke-12 perkara penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (28/2). - Reuters
10 Juli 2019 19:27 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Petinggi Gerindra mengungkapkan alasan kenapa petinggi FPI Rizieq Shihab dibawa-bawa dalam rencana rekonsiliasi dengan kuu Jokowi. 

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengajukan syarat-syarat untuk rekonsiliasi, salah satunya menjamin kepulangan Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi. Tujuan utamanya adalah persatuan Indonesia pascapemilu 2019.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan bahwa untuk menyatukan perbedaan jangan sampai ada pihak yang merasa terzalimi. Menurutnya, Prabowo-Sandi hanya ingin negara ini guyub dan rukun kembali. 

“Jadi beban-beban yang terjadi dari ekses pemilu ini bisa selesai. Kalau kita mau silaturahmi, mau guyub, seluruh kasus dan beban yang ada bisa terselesaikan,” katanya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Andre menjelaskan bahwa Rizieq menjadi salah satu syarat rekonsiliasi karena dia menjadi salah satu ulama yang masih bermasalah. Walaupun bagi Prabowo-Sandi masih ada ulama yang beberapa kali dipanggil polisi dan ratusan pendukungnya ditahan, jika ketentuan ini dipenuhi tentu harapan bersatu kembali bisa terlaksana. 

“Bagaimanapun Prabowo punya janji di Ijtimak Ulama II bahwa beliau ingin ajak Habib Rizieq pulang. Kalau memang ada kesempatan negara ini guyub lagi, kalau Habib Rizieq mau dipulangkan, ya kenapa tidak gitu,” jelasnya. 

Sebenarnya Rizieq bisa saja pulang ke Indonesia. Akan tetapi ada satu faktor yang membuatnya harus tetap berada di Arab Saudi. “Nah faktor x itu yang bisa menyelesaikan ya pemerintah,” ucapnya. 

Sumber : Bisnis.com