Penerbangan Haji 2019, Garuda Siapkan 14 Pesawat

Petugas membawa jemaah haji kloter pertama memakai kursi roda setibanya di Bandara International Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, Kamis (7/9). - ANTARA/Muhammad Arif Pribadi
06 Juli 2019 08:37 WIB Rio Sandy Pradana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Garuda Indonesia Group telah memastikan kesiapan operasional penerbangan Haji tahun 2019/1440H dengan menggunakan 14 unit pesawat.

Direktur Utama Garuda Indonesia IGN Askhara Danadiputra mengatakan telah melakukan berbagai upaya persiapan seperti persiapan dan perawatan armada, sistem ground handling, layanan inflight catering, juga termasuk persiapan awak kabin dan pilot yang akan bertugas selama periode penerbangan haji. Adapun, pelaksanaan akan dimulai pada 7 Juli 2019.

"Kami berharap penerbangan haji tahun ini akan dapat berjalan dengan lancar, tepat waktu dan memberikan kenyamanan kepada seluruh jamaah. Garuda optimistis dapat memberikan kinerja terbaik dalam operasional penerbangan haji," kata Askhara dalam siaran pers, Jumat (5/7/2019).

Dia menambahkan berupaya untuk terus meningkatkan aspek keselamatan, ketepatan waktu terbang (on time performance/OTP), dan service excellence.

Total jamaah haji Indonesia pada 2019 yang akan diberangkatkan mencapai 111.071 jamaah. Para jamaah tersebut akan diterbangkan dengan 14 pesawat Garuda, diantaranya adalah pesawat jenis Boeing 777 (kapasitas 393 seat), Airbus 330 (kapasitas 360 seat) dan Boeing 744 (kapasitas 455 seat).

Penerbangan fase keberangkatan rencananya akan dimulai pada 7 Juli 2019 sampai dengan 5 Agustus 2019. Gelombang pertama fase keberangkatan tersebut akan diberangkatkan menuju Madinah dari 7 Juli 2019 sampai dengan 19 Juli 2019.

Gelombang kedua fase keberangkatan akan diberangkatkan menuju Jeddah pada 20 Juli 2019 sampai dengan 5 Agustus 2019.

Sementara, untuk penerbangan fase kepulangan akan dimulai dari 17 Agustus 2019 sampai dengan 15 September 2019.

Gelombang pertama fase kepulangan tersebut akan diberangkatkan dari Jeddah pada 17 Agustus 2019 sampai dengan 29 September 2019. Adapun, gelombang kedua fase kepulangan akan diberangkatkan dari Madinah pada 30 Agustus 2019 sampai dengan 15 September 2019.

Garuda Indonesia akan menerbangkan sebanyak 111.071 jamaah yang tergabung dalam 284 kelompok terbang (kloter) dari sembilan embarkasi, yaitu Banda Aceh (4.711 jamaah), Medan (8.641 jamaah), Padang (7.035 jamaah), Jakarta (19.650 jemaah), Solo (34.882 jamaah), Balikpapan (6.825 jamaah), Makassar (18.190 jamaah) dan Lombok (4.967 jamaah).

Pada tahun ini, Garuda juga meningkatkan jumlah awak kabin haji yang berasal dari putra putri terbaik daerah yang berasal dari masing-masing daerah embarkasi. Tujuan merekrut awak kabin dari daerah-daerah embarkasi tersebut adalah merupakan bagian dari pelayanan kepada para jemaah – khususnya untuk mengatasi kendala komunikasi (bahasa).

Sebagai upaya peningkatan layanan kepada para jamaah haji, Garuda juga menghadirkan berbagai pilihan hiburan In-flight entertainment bernuansa islami disetiap penerbangannya.

 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia