Kekeringan di Magetan, Puluhan Hektare Pohon Jeruk Mati

Ilustrasi tanaman jeruk pamelo di Magetan. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
03 Juli 2019 06:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, MAGETAN -- Cuaca ekstrem pada musim kemarau ini menyebabkan puluhan hektare pohon jeruk pamelo di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mati kekeringan. Akibatnya, petani jeruk pamelo di wilayah setempat mengalami kerugian.

Seorang petani jeruk pamelo di Desa Pojoksari, Kecamatan Sukomoro, Magetan, Sumi, mengatakan kerugian yang dialami petani mencapai puluhan juta rupiah karena pohon jeruk yang mati rata-rata dalam masa produktif.

"Petani rugi banyak, karena pohon jeruk mati sebelum berbuah. Pohon yang mati kebanyakan berumur tiga tahun yang merupakan masa produktif," ujar Sumi kepada wartawan di Magetan, pekan lalu.

Dia menambahkan dampak kekurangan air membuat daun-daun dari pohon jeruk khas Magetan tersebut kering dan rontok. Kemudian secara perlahan, tanaman akhirnya mati. Karena telah mati, petani terpaksa mencabutnya. Setelah itu, batang dari pohon tersebut digunakan untuk kayu bakar.

Petani berharap ada bantuan bibit baru dari pemerintah daerah setempat, sehingga kerugian dapat ditekan. Selain itu, petani juga berharap pemda melakukan pemasangan sumur pompa di wilayah setempat, sehingga bisa menjadi solusi bagi petani jeruk pamelo pada saat musim kemarau.

Kabupaten Magetan dikenal sebagai daerah penghasil jeruk pamelo. Di Magetan yang merupakan sentra penghasil jeruk Pamelo terdapat di Kecamatan Bendo, Takeran, Sukomoro, dan Kawedanan (Betasuka).

Data Dinas Pertanian setempat mencatat populasi pohon jeruk pamelo di Magetan telah mencapai lebih dari 582.845 pohon, yang tersebar di sentra penanaman dengan luas wilayah mencapai lebih dari 450 hektare. 

Perangkat Desa Pojoksari, Purwito, mengatakan sesuai hasil pemantauan, kondisi pohon jeruk pamelo yang mati akibat kekeringan terjadi di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sukomoro dan Bendo.

Pihaknya telah membantu kelompok tani jeruk pamelo dengan melaporkan kondisi tersebut ke kantor desa dan selanjutnya diteruskan ke dinas terkait.

"Hasilnya, Pemkab Magetan melalui dinas terkait sudah memberikan bantuan bibit pohon jeruk pamelo yang baru. Namun, memang jumlahnya belum sesuai dengan volume tanaman yang mati," kata Purwito.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara