Advertisement
Dianggap Hanya Pikirkan AHY Jadi Menteri Jokowi, Manuver SBY Dikritik Senior Demokrat
SBY menyaksikan atribut Partai Demokrat yang rusak (Instagram aniyudhoyono)
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Manuver Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dikritik para pendiri dan senior partai itu, khususnya selama Pemilu 2019. Mereka menilai SBY hanya memikirkan kepentingan keluarga melalui Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Hal ini disampaikan Hengky Luntungan, pendiri dan anggota Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat, di bilangan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (2/7/2019).
Advertisement
Henry menyebutkan beberapa hal yang disebutnya sebagai pelanggaran SBY terhadap AD-ART partai sejak menjabat ketum di periode pertama. Di antaranya, membuat jabatan struktur yang bukan hasil kongres, membuat Konvensi Presiden untuk Pemilu 2014 tetapi tidak dijalankan, dan memutuskan posisi Partai Demokrat menjadi partai netral, sehingga para caleg mendapatkan serangan dari rakyat.
Sementara di periode kedua, Henry mengkritik pembuatan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk alat pemenangan Pilpres dan Pileg 2019 yang ternyata gagal. Dia juga mengkritik dan manuver SBY yang gagal mencalonkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Pilpres 2019 serta tampak hanya memikirkan kepentingan keluarga agar AHY bisa jadi ketum secara aklamasi atau menteri Jokowi.
Dia pun mendorong DPP Partai Demokrat menggelar kongres atau kongres luar biasa selambat-lambatnya September 2019. Henry menjelaskan beberapa alasan pihaknya mendorong percepatan kongres atau kongres luar biasa, serta mengungkap "dosa-dosa" SBY terhadap Partai Demokrat.
"Hasil kerja SBY pade periode pertama gagal dari [perolehan suara] 20,40 persen menjadl 10,19 persen, atau suara hilang 50,05 persen. Pada periode kedua gagal lagi, menjadi 7,77 persen atau suara hilang 61,91 persen," ungkapnya.
Kendati demikian, dalam kesempatan yang sama Sahat Saragih, anggota Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat lainnya, menjelaskan pihaknya memberikan kesempatan bagi AHY untuk maju sebagai ketua umum di samping wacana calon dari eksternal partai.
"Di sini itu ada juga para jenderal di Partai Demokrat, para senior juga. Tokoh muda kita ada AHY. Kepentingan para deklarator itu siapapun sebagai pemenang kongres yang dipercepat akan didukung oleh kita," ujar Sahat.
"Tapi bagi pendiri dan deklarator Partai Demokrat, tentu lebih ingin internal Demokrat. Tapi kalau internal ini belum mampu, tentu Demokrat akan melihat sosok di luar sana yang berjiwa Partai Demokrat itu bisa," tambahnya.
Menurutnya, sudah saatnya SBY pensiun sebagai ketum. Tetapi sebagai gantinya, Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat mengusulkan untuk menempatkan SBY sebagai calon tunggal Ketua Dewan Pembina Partai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Batas Lapor SPT 30 April, Telat Kena Denda Rp100.000
- Terjebak di Lantai 23, Ini Pesan di Baju Selamatkan Penghuni Kebakaran
- KUR Perumahan Tembus Rp14 Triliun, Pemerintah Genjot Kota Satelit
- Kasus Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Pemkot: Hanya 6 TPA Berizin
- Usulan Kurikulum Keselamatan Transportasi Muncul Usai Tragedi Bekasi
Advertisement
Advertisement
Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Tertabrak Kereta di Grobogan, 4 Tewas Termasuk Anak Balita
- IKA FK Unsri Kawal Kasus Dokter Internship Meninggal, Ini Alasannya
- Aksi May Day di Jogja Dibatasi, Massa Tak Bisa ke Titik Nol
- DPR Usul SPT Pribadi Diperpanjang hingga Mei 2026
- May Day Sleman Meriah, Ada Cukur Gratis untuk Pekerja
- Kericuhan May Day Bandung, Sejumlah Pelaku Diamankan
- Kebijakan Baru Prabowo di Hari Buruh, Dari Desa hingga Driver Online
Advertisement
Advertisement




