Prabowo Kirim Tim Pelajari Strategi Hapus Kelaparan di Empat Negara
Presiden Prabowo memerintahkan pengiriman tim ke India, Brasil, Tiongkok, dan Vietnam untuk mempelajari strategi penghapusan kelaparan.
Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara anggota G20 tengah berpose untuk membuat foto resmi Pertemuan Menteri Keuangan G20 di Buenos Aires Argentina, Sabtu (21/7/2018)./Reuters-Marcos Brindicci
Harianjogja.com, BEIJING--Asisten Menteri Luar Negeri China Zhang Jun pada Senin mengatakan bahwa China tidak akan mengizinkan Kelompok 20 membahas isu mengenai Hong Kong di pada konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 mendatang.
Masalah Hong Kong adalah urusan internal China, kata Zhang saat konferensi pers di Beijing sebagaimana dikutip Reuters. Jutaan warga Hong Kong Juni ini turun ke jalan guna memprotes rancangan undang-undang ekstradisi. RUU tersebut akan memungkinkan orang-orang diekstradisi ke China daratan untuk menghadapi persidangan di pengadilan yang dikuasai Partai Komunis.
Skema tersebut memicu aksi protes paling buruk dalam beberapa dekade, saat aparat kepolisian menembakkan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan massa.
Pada 2014, tekanan Beijing berujung pada aksi protes prodemokrasi hingga melumpuhkan sejumlah kota selama 79 hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo memerintahkan pengiriman tim ke India, Brasil, Tiongkok, dan Vietnam untuk mempelajari strategi penghapusan kelaparan.
DPR mengesahkan UU PFII. Simak poin penting mengenai otoritas khusus, insentif pajak, pengawasan, hingga target investasi Rp500 triliun.
KPK memeriksa delapan orang terkait OTT Bupati Lombok Barat, termasuk kepala daerah, Dirut Perseroda, pejabat PUPR, dan pihak swasta.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel menilai PSIM dan suporternya menjadi pihak paling dirugikan karena Mandala Krida belum bisa dipakai.
PGN menurunkan tim darurat usai dugaan ledakan gas pipa tanam merobohkan rumah di Medan yang menewaskan satu orang dan dua korban masih hilang.
Nama resmi Jalan Ipda Tut Harsono sudah berlaku, tetapi warga Jogja tetap akrab menyebutnya Jalan Timoho. Ini alasan di balik fenomenanya.