Prabowo Ungkap Rencana Perubahan Nama BNN Menjadi BNPN

Akbar Evandio
Akbar Evandio Selasa, 06 Oktober 2026 19:47 WIB
Prabowo Ungkap Rencana Perubahan Nama BNN Menjadi BNPN

Logo BNN./JIBI

Harianjogja.com, JAKARTA— Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pemerintah mengubah nama Badan Narkotika Nasional (BNN) menjadi Badan Nasional Penanggulangan Narkotika (BNPN).

Rencana perubahan nama BNN tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam agenda Penyerahan Denda Administratif Rp13,2 triliun dan Penguasaan Kembali Kawasan Hutan 259.000 hektare di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (5/10/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut nomenklatur BNN akan diperbaiki. Dia kemudian menyampaikan nama Badan Nasional Penanggulangan Narkotika sebagai nomenklatur yang akan diarahkan untuk digunakan.

"BNN, Badan Melawan Narkotika ya? Yang kita nanti akan perbaiki namanya ya. Badan Nasional Penanggulangan Narkotika," kata Prabowo.

Rencana perubahan nomenklatur tersebut muncul ketika Prabowo membahas upaya pemerintah dan aparat dalam memberantas peredaran narkotika di Indonesia. Dia menyinggung keberhasilan aparat membongkar jaringan narkoba di sejumlah wilayah.

Prabowo Soroti Jaringan dan Kampung Narkoba

Prabowo menyebut aparat telah berhasil membongkar puluhan jaringan narkoba. Selain jaringan peredaran narkotika, aparat juga disebut telah menertibkan sejumlah kawasan yang berkembang menjadi "kampung narkoba".

"Juga telah berhasil memberantas puluhan jaringan-jaringan narkoba, puluhan kampung-kampung narkoba," ujarnya.

Menurut Prabowo, keberadaan kampung narkoba menjadi salah satu gambaran mengenai tantangan yang dihadapi dalam pemberantasan narkotika. Dia mengaku baru mengetahui bahwa terdapat sejumlah kawasan yang berkembang menjadi kampung narkoba.

"Rupanya di Indonesia ini adalah kampung-kampung narkoba, ada kampung narkoba," kata Prabowo.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menjelaskan upaya aparat dalam melakukan penindakan terhadap peredaran narkotika. Menurut dia, kondisi di lapangan menunjukkan pemberantasan narkoba membutuhkan penanganan yang menghadapi berbagai tantangan.

Petugas Disebut Menghadapi Perlawanan

Prabowo juga mengatakan aparat tidak selalu mendapatkan situasi yang mudah ketika melakukan penindakan di kawasan yang menjadi lokasi peredaran narkotika. Dia menyebut petugas bahkan menghadapi serangan ketika menjalankan tugas.

Prabowo menyebut sejumlah anggota kepolisian telah meninggal ketika menjalankan tugas untuk memberantas peredaran narkotika. Hal tersebut menjadi bagian dari tantangan aparat dalam menertibkan jaringan narkoba.

"Kalau petugas masuk, petugas yang diserang. Sudah beberapa petugas kepolisian yang mati mau tertibkan narkoba," ujarnya.

Pemerintah saat ini masih menggunakan nomenklatur Badan Narkotika Nasional (BNN). BNN merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang bertugas di bidang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Dengan pernyataan Prabowo tersebut, pemerintah mengungkapkan rencana untuk mengubah nomenklatur lembaga tersebut menjadi Badan Nasional Penanggulangan Narkotika (BNPN). Namun, dalam pernyataan yang disampaikan dalam pidato tersebut belum dijelaskan lebih lanjut mengenai tahapan perubahan nama maupun waktu penerapan nomenklatur baru tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online