Waspadai Abu Vulkanis, Kenali Bahaya PM10 dan PM2.5
Mengenal PM10 dan PM2.5 dalam abu vulkanik serta dampaknya bagi kesehatan pernapasan dan cara mengurangi risiko paparannya.
Ilustrasi gempa bumi/JIBI
Harianjogja.com, MANOKWARI--Kabupaten Teluk Bintuni diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,2 pada Kamis (20/6/2019).
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Manokwari, Denny Puttiray, Kamis, mengatakan, gempa terjadi pada pukul 17:53 WIT. Pusat gempa berada di darat.
"Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ancaman tsunami, karena pusat gempa berada di darat," kata Denny.
Ia menjelaskan, pusat gempa berada di jarak 74 km arah timur laut pada kedalaman 10 km. Tepatnya berada di titik koordinat 1.49 lintang selatan-133.77 bujur timur.
"Dari waktu saat ini, gempa terjadi sekitar satu jam yang lalu. Sejauh ini tidak ada informasi kerusakan yang terjadi akibat dari getaran gempa," katanya.
Ditinjau dari kekuatan dan kedalaman gempa, Denny menjelaskan termasuk gempa kecil dan dangkal. Sehingga getaran gempa hanya terasa di di sekitar Teluk Bintuni terutama di daerah yang berada pada pusat gempa.
"itu pun kalau orang dalam kondisi duduk atau dalam keadaan berbaring. Mereka yang dapat merasakan getaran, orang yang sedang berjalan atau beraktivitas bisa jadi tidak merasakan," katanya melalui pesan singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mengenal PM10 dan PM2.5 dalam abu vulkanik serta dampaknya bagi kesehatan pernapasan dan cara mengurangi risiko paparannya.
Tim SAR masih mendalami temuan pelampung di wilayah Gunung Anak Krakatau yang diduga berkaitan dengan lima jurnalis hilang kontak.
UMKM Bantul, Injapan Corporation, telah delapan kali mengirim cabai beku ke Jepang dengan akumulasi transaksi mendekati Rp1 miliar.
Mulai Oktober 2026, warga Indonesia usia 17 tahun ke atas akan dibukakan rekening BRI untuk penyaluran bantuan pemerintah.
Kelok 23 Bantul akan diuji coba 14-20 September 2026. Bupati Bantul mengingatkan warga agar tidak menyerobot lahan untuk bangunan liar.
Nilai ekspor cabai DIY mencapai Rp749,9 juta pada 2026, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2025 meski frekuensi pengiriman menurun.