Lima Jurnalis Hilang di Gunung Anak Krakatau, Basarnas Terkendala Kabut Asap

Newswire
Newswire Jum'at, 11 September 2026 06:57 WIB
Lima Jurnalis Hilang di Gunung Anak Krakatau, Basarnas Terkendala Kabut Asap

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menjelaskan rencana operasi SAR hari kedua kapal penumpang hilang kontak di Dermaga Marina Lippo Carita, Pandeglang, Banten, Rabu (9/9/2026). Antara-Sigid Kurniawan

Harianjogja.com, PANDEGLANG— Basarnas belum menemukan tanda keberadaan lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Pulau Sertung. Hasil pemantauan visual menggunakan teropong hingga Jumat (11/9) juga belum menunjukkan tanda-tanda penemuan para jurnalis tersebut.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan tim SAR gabungan bersama nelayan setempat sebelumnya telah turun ke sejumlah pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau. Namun, pencarian secara langsung di Pulau Sertung belum dapat dilakukan karena wilayah tersebut masih dinyatakan rawan oleh PVMBG.

Pulau Sertung berada dalam radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan utama tim SAR dalam menentukan langkah pencarian demi keselamatan personel.

"Untuk Pulau Sertung, itu memasuki radius 3 km ya, sebagaimana kita ketahui bersama data dari PVMBG menyatakan bahwa itu masih daerah rawan, tetapi kami akan tetap berupaya bagaimana kita bisa masuk ke situ dari data BMKG, data BNPB, perkiraan tindakan apa yang harus kita lakukan supaya kita bisa masuk ke situ untuk memastikan," paparnya.

Pencarian Diperluas dengan Drone

Selain pencarian di sejumlah pulau sekitar Gunung Anak Krakatau, Basarnas memperluas upaya pencarian menggunakan drone di Pulau Sangiang. Operasi tersebut dilakukan dengan menggunakan Kapal Negara Search and Rescue (KN SAR) Tetuka.

Namun, pemantauan menggunakan drone belum memberikan hasil maksimal karena kondisi wilayah masih tertutup asap. Tebalnya kabut asap membuat visualisasi dari udara menjadi terkendala.

"Untuk hari ini, informasi dari rekan-rekan di lapangan yang di sekitar yang menggunakan drone, yaitu KN SAR Tetuka, mencoba hal tersebut dan hasilnya tidak bisa karena kabut asap sangat tebal," ucap Amrad.

Amrad menegaskan Basarnas tetap mengacu pada informasi dari BMKG dan PVMBG dalam menjalankan proses pencarian. Informasi tersebut mencakup perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan untuk memastikan keselamatan tim SAR.

BMKG dan PVMBG Pantau Kondisi Per Jam

Menurut Amrad, tim dari BMKG dan PVMBG terus memberikan informasi mengenai perkembangan kondisi di sekitar lokasi pencarian. Laporan tersebut disampaikan secara berkala, termasuk apabila terdapat kondisi yang membutuhkan penanganan segera.

"Jadi, rekan-rekan yang dari BMKG termasuk dari PVMBG itu selalu memberikan informasi, mereka melaporkan per jam perkembangannya, apabila ada urgensi, itu akan menyampaikan ke kami," tuturnya.

Lima Jurnalis Hilang Kontak Sejak 7 September

Pewarta foto ANTARA Muhammad Bagus Khoirunas diketahui meliput erupsi Gunung Anak Krakatau bersama empat pewarta foto lainnya. Mereka adalah Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu.

Kelima pewarta foto tersebut hilang kontak sejak Senin (7/9). Saat itu, mereka sedang melakukan perjalanan menuju kawasan perairan Selat Sunda untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online