Diduga Keracunan MBG, Siswa 11 Tahun Dirawat di RSUD Trenggalek
Siswa 11 tahun diduga keracunan setelah menyantap MBG di Trenggalek. Ia sempat diare lebih dari 10 kali dan muntah hingga tujuh kali.
Petugas mengidentifikasi korban KM Arim Jaya. /Ist-Antara.
Harianjogja.com, SURABAYA--Kepolisian Daerah Jawa Timur memeriksa nakhoda Kapal Layar Motor (KLM) Arim Jaya yang tenggelam di antara Pulau Sapudi dan Pulau Giliyang, Sumenep, Senin (17/6/2019).
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan beberapa pihak seperti dari nakhoda, kesyahbandaran dan Dinas Perhubungan akan diperiksa sebagai saksi terlebih dahulu. "Sudah kami periksa semua, nakhoda termasuk. Syahbandar juga dimintai keterangan, nanti Dinas Perhubungan juga," ujarnya Rabu (19/6/2019).
Barung menyatakan, pemeriksaan dilakukan karena tenggelamnya KLM Arim Jaya diduga mengandung unsur kelalaian dan polisi akan melakukan penyelidikan lebih dalam. Ia menambahkan, meski kasus ini ada unsur pidana, namun polisi belum mau segera menetapkan tersangka karena tim gabungan masih fokus dalam pencarian korban yang hilang.
"Kamu fokus pencarian. Tinggal penetapan [tersangka] tapi masih diperiksa. Penyidikan masih berlangsung,” ucapnya.
Barung juga menyampaikan, hingga saat ini tidak ada penghentian pencarian korban yang masih hilang. Data sementara yang dikantongi, penumpang termasuk ABK KLM Arim Jaya 61 orang, 39 orang selamat, 19 meninggal dunia dan tiga masih hilang. "Sampai sekarang pencarian belum ada pencabutan. Tim masih berjalan terus," katanya.
Sementara itu, sebanyak 19 korban yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia semuanya sudah teridentifikasi dan jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Sumenep. Sebelumnya, KLM Arim Jaya diketahui berangkat dari Pulau Guwa Guwa, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, pada Senin sekitar pukul 07.00 WIB pagi tujuan Pelabuhan Kalianget Sumenep.
Kapal kecil terbuat dari kayu berukuran tiga gross tonnage (GT) yang dinakhodai Arim itu diinformasikan terguling setelah terhantam ombak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Siswa 11 tahun diduga keracunan setelah menyantap MBG di Trenggalek. Ia sempat diare lebih dari 10 kali dan muntah hingga tujuh kali.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menegaskan Marc Marquez dan Ducati masih menjadi ancaman besar dalam perebutan gelar MotoGP 2026 meski Jorge Martin memimpin k
Media Vietnam Soha menyoroti kemerosotan karier pemain naturalisasi Timnas Indonesia usai meninggalkan Eropa. Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, hingga Marselino
Pameran Fotografi Rana Budaya #4 bertajuk FYP (For Your People) di TBY, Kota Jogja, yang telah dibuka pada Jumat (14/8/2026) sore hingga 23 Agustus mendatang
Harga tiket pesawat ke Jepang diprediksi lebih murah mulai September 2026. ANA dan JAL turunkan biaya tambahan bahan bakar jadi Rp3,69 juta, lebih hemat Rp1,4 j
Sekolah mahal belum tentu menjamin kesuksesan anak. Riset terhadap keluarga pengusaha sukses menemukan lima karakter utama yang justru lebih menentukan masa dep