Petinggi Demokrat Saling Serang, Wasekjen Sebut Max Sopacua Pertontonkan Celana Dalam Partai

Ilustrasi Partai Demokrat. - Harian Jogja
13 Juni 2019 22:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Sejumlah petinggi Partai Demokrat terlibat saling serang di antara mereka.

Wasekjen Rachland Nashidik menanggapi pernyataan dari Max Sopacua selaku anggota presidium Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) yang menilai dirinya bersama dua politisi Demokrat lainnya memiliki sikap di luar marwah partai.

Rachland mengatakan, nantinya ia akan berkonsultasi kepada Max dan GMPPD perihal menjaga marwah partai yang dimakud.

"Saya nanti akan berkonsultasi pada mereka tentang menjaga marwah partai," ujarnya saat dihubungi wartawan, Kamis (13/6/2019).

Ia kemudian menyindir balik Max terkait pernyataan mengenai dirinya yang disampaikan secara terbuka di hadapan awak media.

"Apakah menyampaikan pandangan koreksi secara terbuka seperti yang mereka lakukan, padahal bisa dilakukan tertutup, tidak justru mempertontonkan celana dalam partai kepada orang lain?" kata Rachland.

Diketahui, sebelumnya Max menilai sejumlah kader Demokrat selalu memperlihatkan sikap yang bertolak belakang dengan karakter partai yang sejatinya berhaluan nasionalis religius dengan karakter bersih, cerdas dan santun.

Adapun kader yang dimaksud oleh Max ialah Wasekjen Rachland Nashidik, Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean, dan Andi Arief.

"(Mereka) kerap melontarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan marwah, karakter dan jati diri Partai Demokrat sehingga melahirkan inkonsistensi dan kegaduhan. Membenturkan PD dengan partai, tokoh dan komunitas lainnya, khususnva terhadap ulama dan umat, yang berdampak adanya antipati dan kontraproduktif terhadap PD," tutur Max.

Bahkan dampak dari kontraproduktif tersebut, disebut Max, terlihat pada merosotnya peringkat Demokrat dalam perolehan suara pada Pemilu 2019 dibanding pemilihan pada periode-periode sebelumnya.

"(Demokrat) Meraih posisi urutan terendah sejak Partai Demokrat menjadi peserta Pemilu 2004. Pada 2004, PD menempati urutan kelima dan pada 2019 PD menempati urutan ke-7 dari partai politik," tandasnya.

Sumber : Suara.com