Prabowo Hadiri Sidang DPR, Sampaikan Kerangka RAPBN 2027
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan RAPBN 2027
Kaesang Pangarep. /Antara Foto- Maulana Surya
Harianjogja.com, JAKARTA--Seringnya Kaesamg Pangarep menjadi bahan perundungan atau bully di kalangan netizen dan di media sosial, Presiden Jokowi Widodo justru beranggapan hal itu membuat putra bungsunya tersebut senang karena mendapatkan perhatian.
“Kaesang itu malah senang, hobinya itu dibully,” kata Presiden Joko Widodo sambil tertawa di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (12/6/2019).
Terkait sepak terjang anaknya yang paling bontot itu, Presiden memang kerap memantau ulahnya di media sosial.
Termasuk ketika Kaesang menjadi bahan bully-an para netizen yang gerah dengan tingkah polahnya dalam berbagai hal. “Dibully buat dia itu dianggapnya bisa menaikkan brandingnya,” kata Jokowi.
Hal itu bahkan dimakluminya sebagai strategi promosi untuk bisnisnya terlebih karena Jokowi melihat Kaesang lebih tertarik untuk berjualan pisang goreng ketimbang terjun ke dunia politik.
“Milih jualan pisang goreng. Dikejar-kejar suruh jadi apa, ya tidak mau, misalnya tidak mau [ke dunia politik]. Saya sudah ngomong jawabannya masih senang jualan pisang goreng, bagaimana?" tambah Presiden.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang DPR RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan RAPBN 2027
Jonatan Christie melaju ke perempat final Malaysia Masters 2026, sementara Leo/Daniel tersingkir di babak pertama.
Arsenal juara Liga Inggris 2025/2026 usai Manchester City gagal menang. Ucapan Keir Starmer malah banjir sindiran karena krisis politik.
Microsoft diguncang skandal dugaan penggunaan server Azure untuk pengawasan warga Palestina. GM Microsoft Israel resmi dicopot.
Viral perempuan bongkar dugaan perselingkuhan suami lewat data misterius pada timbangan pintar atau smart scale di rumahnya.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.