Terjadi Perkelahian di Pom Bensin Venezuela, Satu Pria Tewas

Garda Nasional Venezuela berjaga di pintu masuk Jembatan Tienditas yang menjadi perbatasan antara Kolombia dan Venezuela di Tienditas, Venezuela, Jumat (8/2/2019). - Reuters/Carlos Eduardo Ramirez
10 Juni 2019 12:07 WIB Denis Riantiza Meilanova News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Seorang pria Venezuela tewas tertembak ketika terjadi perkelahian di sebuah pom bensin di kota Tabay, negara bagian Merida, Venezuela, Sabtu (8/6/2019) malam.

"Di tengah-tengah kebingungan dan serangkaian kebuntuan dengan Kepolisian Nasional, disayangkan sebuah senjata api digunakan sehingga menyebabkan satu orang meninggal dan lainnya luka-luka," ujar Wali Kota Tabay Jose Otalora dikutip dari Reuters, Senin (10/6/2019).

Dia menambahkan bahwa mereka yang terlibat dalam perkelahian dalam kondisi mabuk. Sedangkan korban yang terkena luka tembak teridentifikasi sebagai Wilderman Paredes. Ia sempat menerima perawatan medis, namun nyawanya tak tertolong.

Otalora tidak memberikan keterangan lebih lanjut terkait siapa yang bertanggung jawab atas kematian Paredes. Sementara itu, Kementerian Informasi Venezuela belum memberikan tanggapan ketika berita ini diturunkan.

Sejak bulan lalu, warga Venezuela telah menghabiskan waktu berjam-jam, bahkan ada yang sampai berhari-hari untuk mengantre membeli bensin di stasiun pengisian bahan bakar atau pom bensin. Hal ini disebabkan anjloknya produksi kilang minyak dan berhentinya impor minyak.

Industri minyak Venezuela runtuh sejak harga minyak mentah anjlok pada 2014. Kondisi ini membuat negara yang dulunya sebagai pengekspor bahan bakar minyak, kini tak bisa memasok kebutuhan internalnya sendiri.

Kurangnya pasokan bahan bakar semakin memburuk pada bulan lalu dan tentara Venezuela mulai mengawasi penjatahan bensin pada pom bensin di beberapa bagian negara itu.

Tak hanya kekurangan pasokan bensin, warga Venezuela juga tak mendapat pasokan listrik dan layanan telekomunikasi. Hal ini menyebabkan semakin banyak wilayah pedesaan di Venezuela dan mereka mencoba bertahan hidup dengan cara barter.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan, masalah yang menimpa negaranya tersebut adalah akibat dari sanksi yang diberikan oleh Amerika Serikat. Sanksi tersebut telah mengeruk dan mencegah pemerintah Venezuela meminjam dana dari luar negeri.

Sumber : Bisnis.com