Elf Masuk Jurang, 1 Tewas Puluhan Luka

Ilustrasi warga melihat minibus yang terjun dan terbalik di jurang tikungan Clongop di Dusun Plesan Desa Watugajah, Kecamatan Gedangsari, Rabu (27/2/2019). - Harian Jogja/David Kurniawan
01 Juni 2019 19:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, CIANJUR--Satu orang meninggal dunia dan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka setelah angkutan umum yang mereka tumpangi terjungkal ke dalam jurang di Desa Mekarmukti, Kecamatan Naringgul, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (1/6/2019).

Informasi dihimpun, peristiwa naas yang menimpa puluhan penumpang angkutan jenis elf jurusan Ciwidey-Kalapanungal, Cianjur itu diduga akibat kerusakan mendadak dibagian stir.

Sehingga Agus Subagya, 35, supir angkutan warga Kampung Bojong Picung, Desa Pamoyanan, Kecamatan Cibinong-Cianjur, tidak dapat menguasai laju kendaraan elf bernopol F-7812-WA saat memasuki jalan menurun tajam disamping kiri jurang.

"Stir elf seperti terkunci dan tidka terkendali, hingga akhirnya jatuh ke dalam jurang sedalam 20 meter. Akibatnya 23 orang penumpang mengalami luka-luka dan satu orang meninggal ditempat," kata Kapolsek Cibinong AKP Ahmad Rifai saat dihubungi dari Cianjur, Sabtu.

Ia menjelaskan, keterangan dari sopir stir tidak berfungsi setelah melewati jalan rusak berbatu beberapa puluh meter sebelum TKP. Saat jatuh ke dalam jurang mobil menghantam batu yang cukup besar yang membuat seorang penumpang yang duduk dibagian tersebut meninggal dunia.

"Korban meninggal dunia atas nama Wawan [40] diduga terjepit bodi angkutan saat menghantam batu besar di dasar jurang. Sedangkan 23 orang lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di klinik terdekat," katanya.

Untuk mengevakuasi kendaraan dari dalam jurang pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Sedangkan saat ini, sopir angkutamn diamankan di Mapolsek Cibinong guna dimintai keterangan.

"Kami masih menjadikan sopir sebagai saksi guna dimintai keterangan. Sementara kecelakaan terjadi akibat stir yang tidak berfungsi saat memasuki jalan rusak, namun masih didalami," ujarnya.

Sumber : Antara