Langkah Fajar/Fikri Terhenti, Leo/Daniel ke Final Asian Games 2026
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Ilustrasi gedung pencakar langit./Bisnis Indonesia/Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, SAMARINDA--Pengamat ekonomi yang juga Ketua Pusat Kajian Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah, Universitas Mulawarman Samarinda Aji Sofyan Effendi berpendapat, Provinsi Kaltim berpeluang besar menjadi ibu kota negara menggantikan Jakarta.
"Sekarang alternatifnya sudah mengerucut pada dua lokasi, yakni di Kaltim atau di Kalteng. Namun pusat akan menentukan pilihannya di Bukit Soeharto, Kecamatan Samboja, jika Pemprov Kaltim melakukan lima langkah strategis," ujar Aji Sofyan di Samarinda, Senin (27/5/2019).
Lima langkah yang perlu dilakukan itu adalah, pertama, melengkapi kajian yang telah dilakukan pemerintah pusat dengan kajian versi Pemprov Kaltim.
Sebagai akademisi, ia menilai sampai saat ini Kaltim belum melakukan diskusi publik yang menampilkan kajian internal Kaltim. Kajian ini sifatnya melengkapi dari kajian yang sudah dilakukan Bappenas dan Kementerian terkait.
Ia mengatakan bisa jadi ada hal-hal penting yang terlewatkan dari kajian pemerintah pusat yang ditemukan oleh Pemprov Kaltim. Dalam hal ini, analisis dan kajian dari Bappenas tidak perlu dilakukan Bappeda Kaltim.
Untuk itu, Bappeda Kaltim harus melakukan analisis tajam bahwa kajian versi Kaltim akan menjadi pendukung dan layak menjadi lampiran dalam kajian Bappenas.
"Hal yang juga perlu ditampilkan dalam kajian adalah, jika Kaltim dipilih sebagai pusat pemerintahan baru, dapat dipastikan kesenjangan Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan KawasanTimur Indonesia (KTI) semakin mengecil," katanya.
Ini berarti bahwa dengan dipindahkannya pusat pemerintahan, maka esensi penting dari pemindahan pusat pemerintahan adalah dalam rangka Menjaga Keutuhan NKRI sehingga isu KBI vs KTI menjadi hilang.
Kedua, masih dalam konteks dokumen kajian, yakni Kaltim mengidentifikasi dan menghitung cermat efek ikutan dari pemindahan pusat pemerintahan secara makro-mikro, seperti peluang aktivitas ekonomi terkait tenaga kerja yang terserap untuk konstruksi bangunan kementerian dalam 5-7 tahun mendatang.
Kemudian peluang sektor properti dan perumahan untuk memindahkan sekitar 1,5 juta Aparatur Sipil Negara (ASN) beserta keluarganya, yakni lokasi terdekat dari Bukit Soeharto yang digadang-gadang sebagai lokasi strategis untuk ibukota.
Ketiga, setelah dokumen kajian internal Kaltim yang menjadi strategi marketing siap, langkah selanjutnya adalah membangun komunikasi dan melakukan presentasi yang berbeda dengan presentasi kajian Bappenas.
Keempat, Kaltim harus melibatkan perguruan tinggi dalam pembahasan internal kesiapan sebagai pusat pemetintahan baru. Apalagi sampai sekarang belum ada FGD yang digagas Kaltim untuk menjaring aspirasi warga guna menyambut rencana ini.
"Minimal dengan dilibatkannya warga, maka secara moral dan psikologis warga merasa dihargai dalam berpartisipasi membangun rencana pemindahan pusat pemerintahan, karena pada prinsipnya semua masyarakat mendukung Kaltim menjadi pusat pemerintahan baru," katanya.
Sedangkan kelima, PLN dan PDAM dilibatkan penuh menjadi bagian penting dalam setiap pembahasan rencana dan presentasi, yakni memberikan kesempatan pada mereka untuk membeberkan rencana menyambut Bukit Soeharto sebagai lokasi pusat pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.