Ketua DPP Gerindra Bantah Ambulansnya Bawa Batu dan Amplop, Tuding Ada yang Senjaga Taruh

Warga berhadapan dengan sejumlah petugas kepolisian saat kerusuhan di Jalan Brigjen Katamso, Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). - ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
24 Mei 2019 15:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Foto ambulans berlogo partai Partai Gerindramembawa batu untuk digunakan saat kerusuhan 22 Mei serta amplop-amlop isi uang untuk massa bayaran beredar viral. Namun, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria membantah sengaja melakukannya.

Riza mengklaim, ada pihak tak bertanggungjawab yang sengaja meletakkan batu serta amplop isi uang itu di dalam ambulans sehingga disita aparat kepolisian. Ia menuding, hal itu untuk mendiskreditkan nama Gerindra.

Riza menuturkan, DPC Gerindra Tasikmalaya yang tertera pada ambulans itu tidak memberikan instruksi agar anak buahnya membawa batu ke Jakarta.

"Memang ada instruksi ambulans itu ke Jakarta untuk bantu kalau  ada korban saat aksi 22 Mei. Tapi ambulans dan tiga orang di dalamnya tak diperintahkan membawa batu. Ketiga orang itu adalah sopir, sekretaris partai dan staf,” kata Riza di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019).

"Justru yang menjadi heran bagi kami, kenapa ada batu di dalam ambulans, apa kepentingan dan untungnya. Apalagi kami adalah aksi damai," sambungnya.

Ucapan Riza berlandaskan informasi yang diperoleh dari DPC Gerindra Tasikmalaya. Justru kini pihaknya tengah mengusut siapa yang memasukkan batu-batu dan juga alat lain.

"Apakah ada pihak  ketiga, pihak lain yang mencoba mendiskreditkan Partai Gerindra. Menjadikan  Partai Gerindra sebagai kambing hitam karena kebetulan ambulans partai di dekat lokasi kejadian,” tukasnya.

Riza mengatakan, sudah mengecek DPD Partai Gerindra Jawa Barat memang menginstruksikan struktur di bawahnya untuk mengirimkan ambulans guna melayani jasa kesehatan peserta aksi damai 22 Mei di depan gedung Bawaslu.

"Jadi inisiatif dari DPD Jabar agar ambulans di sekitar Jakarta masuk ke ibu kota untuk membantu orang-orang yang terluka, yang tertembak dan sebagainya.”

Untuk diketahui, Polda Metro Jaya menyita satu ambulans saat kerusuhan aksi 22 Mei, Rabu (22/5) dini hari, karena bermuatan batu diduga untuk dilemparkan ke aparat kepolisian.

Rabu sore, Polda Metro Jaya akhirnya melansir ambulans yang disita tersebut adalah milik Partai Gerindra.

”Iya betul (ambulans Gerindra),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono.

Ia menjelaskan, mobil ambulans tersebut disita di sekitar Jalan Sabang, Jakarta Pusat. ”Isinya batu-batu ya,” tukasnya.

Foto: Polda Metro Jaya menyita satu mobil ambulans saat kerusuhan aksi 22 Mei, Rabu dini hari, karena bermuatan batu diduga untuk dilemparkan ke aparat kepolisian. (Ist)

Sumber : Suara.com