Kubu Prabowo Segera Ajukan Penangguhan Penahanan Eggi dan Lieus

Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto -Sandiaga Uno, Eggi Sudjana memberikan sambutan saat deklarasi Kesatuan Aksi Pendukung Prabowo Untuk Indonesia Satu (KAPPI-1) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/3/19). - ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
20 Mei 2019 23:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno akan ajukan permohonan penangguhan terhadap Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma yang terjerat dalam kasus makar.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak di Polda Metro Jaya pada Senin (20/5/2019) malam.

"Setelah kunjungan ini, besok tim Prabowo akan mengirim surat permohonan penangguhan tahanan Bang Eggi, Pak Lieus, beberapa orang yang kita anggap diperlakukan tidak adil," kata Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, ujarnya di Polda Metro Jaya, Senin (20/5/2019).

Dahnil menyebut, Prabowo telah mengirmkan beberapa tokoh untimuk menjamin Eggi dan Lieus. Ia juga menegaskan, kedatangan Prabowo malam ini atas dasar kemanusiaan atas ketidakadilan yang merundung dua tersangka kasus dugaan makar tersebut.

"Ada beberapa tokoh, ada Letjen Sjafrie, semua tokoh-tokoh itu kan kirim surat menyampaikan jaminan. Yang jelas, Pak Prabowo datang tadi atas nama kemanusiaan, bahwa ada ketidakadilan hukum ada yang terjadi di republik ini dan kita nggak mau ketidakadilan hukum ini terus berlangsung di Indonesia," tegas Dahnil.

Diketahui, Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto menjenguk dua tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma di Polda Metro Jaya, Senin (20/5/2019) malam.

Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto beserta rombongan ditolak untuk membesuk dua tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma, Senin (20/5/2019). Lantaran, mereka datang terlalu malam dan jam besuk sudah habis.

Tak sendiri, Prabowo hadir bersama sejumlah tokoh Badan Pemenangan Nasional (BPN). Diantaranya, Amien Rais, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto, Dahnil Anzar Simanjuntak, Fadli Zon, Neno Warisman, Tedjo Edhi, dan Asep Supomo.

Sumber : Suara.com