Jaga Massa Aksi 22 Mei, Polisi-TNI Tak Pakai Senjata Api

Ilustrasi personel polisi - ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
19 Mei 2019 05:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, BOGOR - Aparat yang bertugas mengamankan massa aksi pada 22 Mei dipastikan tidak akan menggunakan senjata api.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan, pihaknya dan TNI yang bertugas mengamankan pengumuman pemilu di Kantor KPU RI, pada 22 Mei 2019 tidak dibekali senjata api.

"Untuk 22 Mei, Polri-TNI tim keamanan pada tanggal itu tidak dilengkapi dengan senjata api dan peluru tajam," ucap Dedi, di Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/5/2019).

Puluhan ribu aparat tersebut nantinya hanya akan dipersenjatai tameng, gas air mata dan water cannon. Apabila ada yang menggunakan senjata api, lanjut Dedi, patut dicurigai itu serangan terorisme.

"Ini sudah perintah pimpinan. Kalau ada yang menggunakan senjata api patut diduga itu serangan terorisme," ujarnya,

Meski begitu, pihaknya sudah mengantisipasi berbagai kemungkinan yang ada dengan menyiapkan tim khusus di bawah komando kapolda dan pangdam.

"Kenapa aparat keamanan tidak boleh bawa senjata api dan peluru tajam? Kami sudah menyiapkan apa yang akan terjadi, TNI-Lolri sudah punya tim anarkis yang mengerakan tim ini hanya Kapolda dan Pangdam," ungkap Dedi.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengarahkan massa dalam jumlah besar di hari tersebut. Pihaknya menyarankan jika ada yang merasa keberatan dengan proses pemilu untuk menempuh jalur konstitusional.

"Silakan lakukan semuanya dengan mekanisme kinsitusional apabila ada beberapa tahapan yang kurang pas selama pemilu," ucapnya.

Sumber : Okezone.com