Advertisement
Jalur Pendakian Gunung Merbabu Ditutup Sementara
Sejumlah pendaki menikmati Puncak Gunung Merbabu, Kenteng Songo yang memiliki ketinggian 3.142 mdpl, Boyolali, Sabtu (16/8/2015). - Solopos/Ardiansyah Indra Kumala
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG-- Jalur pendakian di Gunung Merbabu ditutup sementara. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu di Jawa Tengah menutup selama satu bulan mulai 20 Mei sampai 20 Juni untuk memperbaiki jalur serta memulihkan ekosistem kawasan.
Pelaksana Harian Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu Johan Setiawan ketika dihubungi dari Semarang, Kamis (16/5/2019), mengatakan aspek keselamatan pendaki menjadi pertimbangan utama dalam kegiatan pemeliharaan dan perbaikan jalur pendakian.
Advertisement
Menurut dia, kondisi sejumlah jalur pendakian Merbabu saat ini dinilai membahayakan bagi pengunjung taman nasional.
Ia mengatakan Jalur Selo rusak parah dan sering menimbulkan korban. "Ini terlihat dari banyaknya evakuasi terhadap pendaki yang melalui jalur ini."
BACA JUGA
Sementara Jalur Thekelan saat ini tertimbun longsoran sehingga harus dibuatkan jalur baru, Jalur Suwanting mengalami longsor sepanjang 10 meter di tepi jurang dengan kedalaman tiga hingga empat meter, dan di Jalur Wekas ada longsoran batu yang membahayakan pendaki, katanya.
Johan mengatakan proses perbaikan jalur-jalur pendakian itu membutuhkan waktu dan tenaga.
"Kebetulan dekat dengan Lebaran sehingga sulit mencari tenaga untuk melakukan perbaikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tekan Polusi, 3.500 Pohon Ditanam di Sepanjang Tol Jogja-Solo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Cara Lindungi Bayi dari Campak Sebelum Vaksin
- Marc Marquez Rebut Pole MotoGP Spanyol 2026
- Minta Maaf, Ini Wajah DC Pinjol Pelaku Teror Damkar dan Ambulans
- Fakta-Fakta Kasus Little Aresha, 53 Anak Jadi Korban Daycare Jogja
- Arab Saudi Jamin Keamanan dan Layanan Haji Indonesia Lancar
- Sudah Vaksin HPV? Ingat, Pap Smear Tetap Wajib Dilakukan
- Mensos: Data DTSEN Harus Dimulai dari Desa
Advertisement
Advertisement






