Gempa M 7,7 Filipina Guncang Sulawesi Utara, Kemlu Pastikan WNI Aman

Newswire
Newswire Senin, 08 Juni 2026 14:17 WIB
Gempa M 7,7 Filipina Guncang Sulawesi Utara, Kemlu Pastikan WNI Aman

Seismograf gempa bumi - Ilustrasi/StockCake

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan belum menerima laporan adanya warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban maupun terdampak langsung akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Mindanao, Filipina selatan, pada Senin (8/6/2026) pagi.

Pemantauan terus dilakukan menyusul gempa kuat yang getarannya dirasakan hingga sejumlah wilayah Indonesia dan Malaysia timur. Selain memonitor kondisi di Filipina, pemerintah Indonesia juga berkoordinasi dengan perwakilan RI di Sabah, Malaysia, untuk memastikan keselamatan WNI yang berada di kawasan terdampak.

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, mengatakan pihaknya bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao terus mengikuti perkembangan situasi pascagempa serta melakukan pemantauan terhadap keberadaan WNI di wilayah yang merasakan dampak guncangan.

“Sejauh ini, belum terdapat informasi adanya WNI atau pekerja migran Indonesia terdampak dalam gempa tersebut,” kata Heni dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta.

Menurut Heni, langkah pemantauan juga diperluas ke Malaysia bagian timur karena getaran gempa turut dirasakan di sejumlah wilayah negara bagian Sabah. Perwakilan Indonesia di wilayah tersebut saat ini terus berkoordinasi dan mengikuti perkembangan situasi di lapangan.

Ia menjelaskan pemantauan yang dilakukan perwakilan RI di Sabah sejalan dengan imbauan pemerintah setempat yang meminta masyarakat tetap waspada setelah terjadinya gempa besar di Filipina selatan.

“Diimbau kepada seluruh WNI atau pekerja migran Indonesia agar memantau terus perkembangan situasi lebih lanjut,” ujarnya.

Kemlu juga membuka layanan darurat bagi WNI yang membutuhkan bantuan atau informasi terkait kondisi pascagempa. WNI yang berada di Filipina dapat menghubungi KJRI Davao melalui nomor +63-966-2455-472. Sementara itu, WNI di Malaysia dapat menghubungi KJRI Kota Kinabalu di nomor +60-146-060-067 atau Konsulat RI di Tawau melalui nomor +60-198-228-800.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 07.37 waktu setempat. Berdasarkan data yang dihimpun, gempa terdeteksi pada kedalaman sekitar 50 kilometer di bawah permukaan bumi.

Episentrum gempa berada pada koordinat 5,80 derajat Lintang Utara dan 125,14 derajat Bujur Timur. Lokasinya berada sekitar 58 kilometer dari Kota General Santos, Filipina, yang memiliki populasi lebih dari 679.000 jiwa, serta berjarak sekitar 244 kilometer di barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.

Guncangan akibat gempa tersebut dilaporkan dirasakan di berbagai wilayah, termasuk Sabah di Malaysia, seperti Tawau dan Semporna. Di Indonesia, getaran juga dirasakan masyarakat di sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara.

Menyusul terjadinya gempa besar tersebut, otoritas di Indonesia, Malaysia, dan Jepang sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan muka air laut di wilayah pesisir yang berisiko terdampak.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online