Diwacanakan Jadi Ibu Kota, Properti di Palangka Raya Naik 5 Kali Lipat

Presiden Joko Widodo berjalan di kawasan hutan saat meninjau salah satu lokasi calon ibu kota negara di Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Rabu (8/5/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
15 Mei 2019 18:17 WIB Putri Salsabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Wacana pemindahan Ibu Kota Indonesia di Palangka Raya membuat harga properti di wilayah tersebut naik drastis. Riset OLX 2019 bahkan mencatat kenaikannya hingga lima kali lipat.

Meskipun demikian, Direktur  PT Metropolitan Land Tbk (Metland)  Wahyu Sulistyo mengatakan bahwa pihaknya masih belum berencana untuk ikut dalam pengembangan ibu kota baru itu.

"Sejauh ini kami belum berencana untuk ikut serta dalam pengembangan ibukota baru, ya tetapi jika ada peluang masuk kami tetap memiliki beberapa harapan kepada pemerintah," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (14/5/2019).

Wahyu menuturkan bahwa pihaknya berharap kepastian hukum dalam proses akuisisi lahan nantinya tidak tersendat atau terjadi spekulan dan mafia tanah. Wahyu menyatakan dalam proses akuisisi lahan dapat dilakukan dengan cara lelang pemerintah, sehinggga prosesnya lebih aman dan biayanya dapat lebih terukur.

Adapun Wahyu  berharap nantinya dalam proses perizinan pembangunan serta proyek dapat dilakukan dengan cepat dan lancar. Selain itu, pihaknya juga berharap pemerintah dapat memberikan insentif perpajakan yang masuk akal dan menguntungkan satu sama lain (win win solution).

Sumber : Bisnis.com