Yang Keberatan dengan Hasil Pemilu Diimbau Lakukan Ini

Pekerja memasukkan data ke Sistem Informasi Penghitungan (Situng) DKI Jakarta di Hotel Merlyn Park, Jakarta, Minggu (21/4/2019). Hasil penghitungan suara Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 yang dimuat dalam Situng milik KPU masih terus bergerak dan ditampilkan dalam portal pemilu2019.kpu.go.id - Antara
11 Mei 2019 06:27 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Pihak-pihak yang keberatan atas hasil Pemilu 2019 diimbau untuk menempuh mekanisme sesuai peraturan dan perundang-undangan.Hal ini disampaikan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan.

Hal itu disampaikan Zulkifli pada acara Buka Bersama Presiden Joko Widodo serta pejabat tinggi negara dan para pejabat penting lainnya di rumah dinas Ketua MPR, Jumat (10/5/2019).

Menurut Zulkifli, pihak-pihak yang keberatan atas hasil pesta demokrasi itu bisa mengajukan keberatannya setelah 22 Mei atau batas akhir pengumuman hasil real count Pemilu 2019.

Seperti diketahui, Pemilu 2019 meliputi Pilpres dan Pileg.

“Kalau ada yang keberatan dengan hasil pemilu, kan juga sudah diatur dalam undang-undang. Ada lewat MK dan lain-lain," ujar Zulkifli.

Pada bagian lain, Ketua Umum DPP PAN itu mengatakan bahwa tujuan acara Buka Bersma itu adalah untuk menunjukkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan Pemilu serentak 17 April 2019 yang lalu.

"Alhamdulillah sudah berjalan lancar. Tentu, pada akhirnya akan ada pemenang," ujar Zulkifli.

Sejumlah tokoh dan pimpinan MPR hadir dalam acara buka bersama tersebut. Mereka di antaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD Oesman Sapta Odang dan Wakil Ketua DPD Nono Sampono serta Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak hadir pada acara itu. Demikian juga dengan  Wakil Ketua MPR dari Fraksi Gerindra Ahmad Muzani dan Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid, serta Wakil Ketua MPR dari Fraksi PDIP Ahmad Basarah.

Zulkifli mengatakan bahwa Hidayat Nur Wahid dan Ahmad Basarah tidak hadir karena masih rapat bersama partainya. Sementara soal alasan ketidakhadiran Ahmad Muzani, Zulkifli tidak menyebutkannya.

Juga hadir Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto, Ketua MA Hatta Ali, Ketua MK Anwar Usman, politisi senior Golkar Akbar Tanjung dan Aburizal Bakrie.

Sumber : bisnis.com