Pemilu Legislatif 2019: Pengusung Petahana Dulang Banyak Suara

Petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) melakukan rekapitulasi surat suara di tingkat Kecamatan di GOR Kelapa Gading, Jakarta, Senin (22/4/2019). Berdasarkan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU hingga 22 April 2019 pukul 09.00 WIB, real count telah menjangkau 115.409 TPS dari 813.350 TPS (14,19 persen). - Antara
06 Mei 2019 23:17 WIB Samdysara Saragih News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Partai politik pengusung calon anggota legislatif petahana dalam Pemilu 2019 mendulang banyal suara di sejumlah daerah.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan mencontohkan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) sebagai salah satu daerah yang mengalami lonjakan perolehan suara signifikan. Pada 2014, PKB meraup 117.937 suara di Dapil Kalbar atau duduk di peringkat ketujuh.

Ketika provinsi itu dipecah menjadi Dapil Kalbar I dan Kalbar II pada Pemilu Anggota DPR 2019, Daniel mengklaim suara PKB naik 100%. Menurut dia, dari Dapil Kalbar I saja PKB memperoleh 150.000 suara.

“Ini karena kerja keras dan konsistensi para kader yang berbuat untuk masyarakat,” katanya kepada Bisnis.com, Senin (6/5/2019).

Daniel dipasang PKB sebagai caleg petahana di Dapil Kalbar I. Wakil Ketua Komisi IV DPR ini mengklaim perolehan suaranya sendiri naik 300% dari 28.608 suara pada 2014 ketika seluruh kabupaten/kota di Kalbar tergabung dalam satu dapil.

PKB merupakan parpol yang dijagokan sejumlah lembaga survei menduduki peringkat empat pengumpul suara sah nasional.

Lembaga survei Charta Politika Indonesia memprediksi partai politik yang didirikan oleh K.H. Abdurrahman Wahid itu mengoleksi 9,67% suara, naik dari 9,04% suara pada 2014.

Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga kecipratan tambahan suara. Berdasarkan data Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU hingga Senin, PDIP telah mengumpulkan minimal 161.902 suara.

Meski 138 tempat pemungutan suara (TPS) di Dapil Babel belum memasukkan datanya, suara PDIP dipastikan meningkat minimal 18,10% dari 5 tahun lalu. Pada Pemilu Anggota DPR 2014, PDIP mengumpulkan 137.085 suara.

Wakil Bendahara Umum DPP PDIP Rudianto Tjen mengatakan selama ini partainya mengerjakan program-program yang dibutuhkan oleh masyarakat Babel. Dia mencontohkan tiap tahun diadakan bakti sosial kesehatan dan operasi katarak gratis di Pulau Bangka dan Pulau Belitung.

“[Suara meningkat] karena PDIP konsisten melayani rakyat,” katanya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, akhir pekan lalu.

Di Dapil Babel, Rudianto berstatus caleg petahana yang berhasil melenggang ke Senayan sejak 2004, 2009, dan 2014. Meski demikian, dia belum bersedia menuturkan apakah kembali meraih suara terbanyak pada Pemilu Anggota DPR 2019.

Lonjakan suara juga dinikmati oleh Partai Nasdem di Dapil Lampung I. Berbeda dengan kasus di Kalbar dan Babel, Nasdem tidak memasang caleg petahana karena pada 2014 gagal mengirimkan wakil ke Senayan.

Guna merebut minimal satu kursi DPR pada 2019, strategi Nasdem adalah menempatkan advokat asal Jakarta, Taufik Basari, di Dapil Lampung I. Bila pada 2014 Nasdem meraup 107.848 suara, perolehan tahun ini minimal 125.000 suara atau melonjak 15,90%.

“Insya Allah, hitungan kami dapat kursi. Hitungan 125.000 suara itu masih minus Kecamatan Natar di Kabupaten Lampung Selatan,” kata Taufik ketika dikonfirmasi Bisnis.com, Senin.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia