Gara-Gara Setan Gundul, 2 Politikus Pendukung Prabowo Saling Tuding

06 Mei 2019 18:57 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA— Dua politikus pendukung capres Prabowo Subianto saling tuding gara-gara pernyataan soal setan gundul.

Polemik setan gundul yang dihembuskan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief memantik perdebatan panas di internal koalisi pendukung Capres Prabowo-Sandi.

Pernyataan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid bahwa Partai Demokrat juga mempunyai survei internal kemenangan Prabowo 62%, dibantah Ketua DPP Partai Demokrat  Jansen Sitindaon.  

Polemik setan gundul dipicu Andi Arief yang mengatakan kelompok setan gundul telah memberi masukan sesat kepada Prabowo tentang klaim kemenangan 62%. Padahal, penghitungan suara hasil Pilpres di KPU belum selesai.

Tak pelak Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) menanggapi isu tersebut dengan mengatakan justru hasil survei internal Partai Demokrat menunjukkan bahwa pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul 62% di Pilpres.

"Tapi tentang 62% itu juga publik sudah membaca bahwa di internal Demokrat survei mereka menyebutkan bahwa Prabowo menang dengan 62%. Bagaimana tuh?" ujar HNW kepada wartawan, Senin (6/5).

HNW pun mempertanyakan siapa kelompok setan gundul yang dimaksud Andi. Menurutnya masyarakat sudah mengetahui bahwa Demokrat memiliki hasil survei internal yang menunjukkan Prabowo-Sandi unggul 62 persen di pilpres. "Jadi, apakah ini yang dimaksudkan oleh Pak Andi Arief? Saya tidak tahu, lagi-lagi beliau yang harus menjelaskan," ujarnya. Selain itu, HNW pun menyarankan agar Andi berbicara di forum internal terkait cuitan 'setan gundul' ketimbang menyuarakannya di media sosial.

Pernyataan HNW ternyata ditanggapi negatif oleh Ketua DPP Partai Demokrat  Jansen Sitindaon yang membantah bahwa data itu salah. Dia bahkan mempertanyakan data dan informasi yang diperoleh HNW.

“Kok malah menuduh sumber 62% kemenangan Pak Prabowo itu dari Demokrat? Harus kami tegaskan tidak benar sama sekali pernyataan Pak HNW itu," katanya kepada wartawan. Dia mengaku tidak pernah menyatakan seperti apa yang dimaksudkan oleh HNW.

Jansen menegaskan tidak mungkin PD mengatakan Prabowo menang 62% di pemilu kali ini. Atas alasan itulah Jansen mengatakan Andi menyebutkan ada setan gundul yang memberi informasi sesat kepada Prabowo terkait angka 62% dan si setan gundul itu sudah pasti bukan Demokrat.

Kendati Demokrat disebutnya sebagai rekan koalisi yang kritis, Jansen menegaskan komitmen partai akan tetap bersama koalisi Prabowo untuk mengawal seluruh tahapan Pilpres secara konstitusional sampai selesai.

Sumber : Bisnis.com