Karhutla Meluas, Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel
Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel untuk menangani karhutla. Hotspot terdeteksi 1.323 titik hingga 19 September 2026.
Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan Kayat mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan suap di Pengadilan Negeri Balikpapan di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (4/5/2019). /Ist-Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA - Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap seorang hakim pengadilan negeri. Kali ini, KPK menangkap Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu, Kayat, pada 3 Mei 2019.
KPK telah menetapkan Hakim Kayat sebagai tersangka. Kayat ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait pengurusan kasus pemalsuan dokumen tanah. Dia diduga meminta uang Rp500 juta untuk membebaskan terdakwa kasus pemalsuan surat.
Sebelum Kayat, ada sejumlah hakim yang juga ditangkap oleh KPK karena melakukan tindak pidana korupsi. Bahkan, sejumlah hakim yang tertangkap tangan ini sudah divonis bersalah dan menjalani hukumannya di penjara.
Berdasarkan catatan Okezone, ada 25 hakim yang tertangkap tangan melakukan tindak pidana korupsi. Berikut daftar nama hakim yang menjadi pasien KPK :
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel untuk menangani karhutla. Hotspot terdeteksi 1.323 titik hingga 19 September 2026.
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
Harga BBM 21 September 2026: Pertamax Rp15.950, Pertalite Rp10.000. Sejumlah BBM nonsubsidi Pertamina, BP, Vivo dan Shell naik.
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Menaker Yassierli menyebut transisi hijau membuka peluang kerja baru. Indonesia menargetkan 5,01–5,32 juta tenaga kerja hijau pada 2029.
Pegawai SPPG Bantul diduga mengejek korban MBG yang hilang ingatan. BGN DIY mengambil langkah pemberhentian dan evaluasi internal.