Kejar Target Investasi Rp2.322 Triliun, Rosan Minta Tambahan Anggaran
Rosan Roeslani mengusulkan tambahan anggaran Rp578,93 miliar untuk mengejar target investasi nasional Rp2.322 triliun pada 2027.
Foto ilustrasi BBM. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah bersama Pertamina menegaskan bahwa tidak ada kebijakan pembatasan pembelian BBM subsidi jenis Pertalite selama periode libur Lebaran 2026.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memastikan cadangan BBM nasional dalam posisi aman sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir saat mudik. Hal ini merespons kabar bahwa terjadi pembatasan pembelian Pertalite pada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Tangerang Selatan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menuturkan, hingga saat ini, pihaknya tidak membuat ketentuan terkait dengan pembatasan pembelian Pertalite. Apalagi, saat ini masih dalam masa Satgas Ramadan dan Idulfitri (RAFI).
"Sampai saat ini, Pertamina tidak mengeluarkan kebijakan pembatasan pembelian khususnya di wilayah Tangerang tersebut ya dan saat ini masih dalam masa Satgas," ucap Roberth, Senin (23/3/2026).
Dia menjelaskan bahwa pada prinsipnya tidak ada instruksi untuk melakukan pembatasan pembelian BBM subsidi. Artinya, semua berjalan normal.
Menurut Roberth, jika ada SPBU melakukan pembatasan pembelian, bisa jadi itu hanya langkah antisipasi dari panic buying masyarakat. "Dan imbauan agar hemat BBM dan menggunakan BBM secukupnya, sesuai kebutuhan dan tidak menjadi pelaku spekulan/bahkan penimbunan," kata Roberth.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan cadangan BBM nasional saat ini berada di kisaran 27 hingga 28 hari. Hal itu disampaikan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung saat mengecek ketersediaan BBM di Rest Area KM 379A Batang, Rabu (18/3/2026).
Dia memastikan bahwa kebutuhan masyarakat khususnya pada libur panjang Idulfitri, dapat terpenuhi dengan baik. "Hari ini saya melakukan pengecekan ketersediaan BBM dan juga keandalan kelistrikan untuk sistem Jawa Tengah. Jadi, untuk ketersediaan BBM, cadang minimal itu justru jauh sudah terlewati. Masyarakat bisa dengan aman menikmati mudik lebaran 2026 ini," kata Yuliot dikutip dari keterangan resmi.
Dia menjelaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan pasokan energi, baik untuk kebutuhan transportasi maupun kelistrikan, masih berada pada tingkat yang aman. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir, termasuk menghindari pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Dia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak memberlakukan pembatasan pembelian BBM selama periode libur Lebaran. Kebijakan ini berlaku baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah, sehingga masyarakat dapat memperoleh BBM sesuai dengan kebutuhan.
"Kita belum ada pembatasan. Itu baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat, juga oleh pemerintah daerah," jelas Yuliot.
Kendati demikian, Yuliot mengimbau masyarakat untuk tetap tertib saat mengisi BBM di SPBU, terutama jika terjadi antrean. "Jadi, untuk masyarakat yang mengantre di SPBU, tolong bersabar, jangan ada kericuhan. Tentu kita melayani secepat mungkin," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rosan Roeslani mengusulkan tambahan anggaran Rp578,93 miliar untuk mengejar target investasi nasional Rp2.322 triliun pada 2027.
Valentino Rossi dikabarkan memilih Fermin Aldeguer dan Nicolo Bulega untuk memperkuat VR46 Racing Team pada MotoGP 2027 menggantikan Di Giannantonio dan Morbide
Austria memulai Piala Dunia 2026 melawan debutan Yordania. Simak prediksi, kondisi skuad, pemain absen, dan peluang kedua tim.
LF PBNU tetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh 17 Juni 2026 berdasarkan rukyatul hilal dan metode istikmal di seluruh Indonesia.
Simak cara cek BI Checking atau SLIK OJK secara online dan gratis lewat HP. Ketahui riwayat kredit sebelum mengajukan KPR atau pinjaman.
Bahlil Lahadalia menyiapkan program kompor listrik untuk rumah tangga daya rendah guna mengurangi impor LPG dan beban subsidi energi.