Pembangunan Jalan Kompleks Yudikatif IKN Capai 19,35 Persen
Progres pembangunan Jalan Kompleks Yudikatif IKN mencapai 19,35 persen, melampaui target dan ditopang berbagai inovasi konstruksi dari WIKA.
Ahmad Dhani. /ANTARA FOTO-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA - Politikus Gerindra, Ahmad Dhani menyebut bahwa rezim yang memimpin saat ini, merupakan rezim yang licik. Hal itu diungkapkan Dhani melalui surat terbuka yang ditulisnya dan kemudian diserahkan kepada rekannya Siti Rafika saat menjenguk di Rutan Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur.
Menanggapi hal tersebut, Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Eva Kusuma Sundari meminta agar Ahmad Dhani tidak mencari kambing hitam atas kekalahannya di Pemilu 2019 dengan menyebut bahwa rezim saat ini licik.
"Saya juga kalah dalam pileg, tapi tidak mencari kambing hitam karena ibaratnya bagi peserta lomba [ngumpulin suara] maka harus siap kalah," kata Eva kepada Okezone, Senin (6/5/2019).
Menurut Eva, pada Pemilu serentak 2019, terdapat saksi yang berasal dari Partai Gerindra untuk memantau proses penghitungan suara. Sehingga, kata Eva, kecil kemungkinan adanya kecurangan karena ada saksi dari masing-masing partai.
"Pileg kan pesertanya parpol, maka ada saksi-saksi Gerindra yang sudah melaksanakan tugasnya mengawal suara caleg-caleg Gerindra. Kecuali AD [Ahmad Dhani] tidak percaya saksi Gerindra," jelasnya.
Influencer Tim Kampanye Jokowi-Ma\'ruf Amin ini juga meminta agar Ahmad Dhani menghormati proses penegakan hukum di Indonesia bila tidak diberikan izin untuk kampanye. Ditekankan Eva, pemerintah saat ini sudah melaksanakan proses pemilu serentak dengan sangat adil.
"AD jangan subyektif, pemerintah ini pelaksana hukum yang fair kepada siapapun. Stop minta keistimewaan-keistimewaan. Kalah itu pahit, tapi dewasalah," pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, Dhani yang saat ini masih menjalani proses penahanan di Rutan Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur, merasa dicurangi oleh pemerintah karena tidak mendapat izin kampanye oleh pihak kepolisian.
Suami Mulan Jameela ini juga mengaku tidak bisa mengawal suaranya di Surabaya dan Sidoarjo karena ditahan oleh Polisi. Atas hal tersebutlah Dhani menyebut bahwa rezim saat ini merupakan rezim yang licik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Progres pembangunan Jalan Kompleks Yudikatif IKN mencapai 19,35 persen, melampaui target dan ditopang berbagai inovasi konstruksi dari WIKA.
Jadwal KRL Solo-Jogja terbaru dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan dari Palur hingga Yogyakarta untuk perjalanan lebih praktis.
Panglima TNI Agus Subiyanto meminta alumni SMA Taruna Nusantara menjadi generasi adaptif, berkarakter, dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.
Pakar UMY mengungkap blackout Sumatra bukan sekadar gangguan transmisi, tetapi menunjukkan lemahnya ketahanan sistem kelistrikan dan proteksi jaringan.
SpaceX meluncurkan 29 satelit Starlink baru sehingga total satelit aktif melampaui 10.400 unit untuk memperluas layanan internet global.
Ombudsman RI mendorong sistem terpadu antarkementerian untuk pengawasan TKA dan pencegahan TPPO agar pengawasan lebih efektif.