Potong Video Sexy Killer, JS Prabowo Disentil

Film Sexy Killers - Youtube
25 April 2019 13:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Mantan Kasum TNI Letjen (Purn) TNI JS Prabowo mengunggah video potongan dari film dokumenter Sexy Killers produksi Watchdoc. Potongan video itu memperlihatkan bagan perusahaan dan afiliasi bisnis keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Disebutkan dalam potongan video itu, putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, pernah tercatat sebagai pemegang saham PT Rakabu Sejahtera, yang kemudian digantikan putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep.

Saham perusahaan itu dikabarkan juga dimiliki oleh perusahaan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, PT Toba Sejahtera, yang merupakan induk PT Toba Bara, pemilik tambang batu baradan PLTU.

Potongan video itu berakhir pada penjabaran sejumlah bidang usaha PT Rakabu Sejahtera dan hubungannya dengan perusahaan milik Luhut Binsar Panjaitan.
Melalui cuitannya, JS Prabowo menyiratkan bahwa kubu paslon 01 Jokowi-Ma'ruf bersikukuh mengalahkan paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi karena kepentingan pribadi.

"Sumber: Sexy Killers

Sampai sini paham ya, mengapa 02 harus dikalahkan, siapa yang disandera dan siapa mengendalikan siapa?
Jadi, ini sebenarnya masih soal sekitar perut. Cuma kita lupa karena sihir planga plongo, kerja, kerja, kerja. Sampai lupa kejujuran juga sudah dirampas," kicau pengguna akun Twitter @berteman_mari itu, Selasa (23/4/2019).

Rupanya Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya membaca tweet JS Prabowo tersebut. Ia pun menyentil pendukung Prabowo-Sandi itu karena telah memotong videonya, sehingga bagian yang memperlihatkan bagan perusahaan paslon 02 dan bidang usahanya tidak ditampilkan.
Tampaknya Yunarto Wijaya keberatan dengan potongan video JS Prabowo, yang seakan berat sebelah dan tak memperlihatkan kedua sisi.

"Bagian Sandi sama Prabowo ente potong bos?"kicau @yunartowijaya.

Beberapa warganet lalu menambahkan komentar untuk cuitan Yunarto Wijaya. Hampir seluruhnya mengaku telah menonton Sexy Killers.
"Gue sudah nonton utuh dokumenter ini. Mau 01 atau 02 sama saja enggak mungkin menyetop pemakaian batu bara. Bedanya, secara personal 01 enggak punya bisnis batu bara, sedangkan 02 punya bisnis batu bara," ungkap @Ivan01915617.

"Yuk ah telanjangin sekalian soal perusahan-perusahaan Prabowo, termasuk penggundulan hutan yang sangat parah di Sumatra tuh..."komentar @Candraasmara85.

"Padahal perusahaan tambang batu bara terbesar milik Sandi," komentar @Anam61011263.

Sumber : Suara.com